Tetap Percaya Meskipun Sulit

Lukas 1:38

Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Ini adalah jawaban Maria kepada malaikat Gabriel. Sepertinya Maria mudah saja mengatakan hal itu, tetapi coba kita melihat kondisi dan situasi Maria pada saat itu.

Pertama, seorang perempuan biasa yang hidupnya biasa-biasa saja, diminta oleh Tuhan untuk mengandung seorang bayi laki-laki yang akan disebut sebagai Anak Allah Yang Mahatinggi. Ini pasti berita yang mengejutkan bagi Maria, tetapi juga berat bagi Maria. Jika ada seorang perempuan hamil tetapi tidak memiliki suami, maka orang-orang akan berpikir buruk terhadap dia. Maria akan malu, termasuk juga dengan keluarga besarnya.

Kedua, Maria sudah bertunangan dengan Yusuf. Ketika Yusuf tahu bahwa Maria ini hamil, padahal mereka belum menikah. Secara diam-diam, Yusuf berpikir untuk meninggalkan Maria. Jika itu terjadi, maka Maria akan mengandung seorang diri, tidak ada yang menolongnya. Dia akan kehilangan orang yang sangat dicintainya.

Ketiga, pada waktu itu, ketika ada perempuan Yahudi yang hamil di luar pernikahan, maka dia akan mendapatkan hukuman yang sangat berat, yaitu dirajam batu. Dirajam artinya dilembari batu sampai orang itu mati. Pasti ini juga dipikirkan oleh Maria dan tentu sangat menakutkan bagi Maria.

Maria tahu semua resiko itu, tetapi Maria tetap berserah kepada Tuhan. Dia tidak menolak apa yang dikatakan oleh malaikat Gabriel. Tetapi Maria justru berkata, “jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Ini adalah teladan yang sangat baik untuk kita semua. Meskipun secara pribadi Maria takut dengan apa yang akan terjadi, tetapi dia tetap menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Maria mengajarkan kepada kita untuk tetap percaya dan beriman kepada Tuhan di situasi yang tidak mudah. Maria juga percaya bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan dia.

Apa situasi berat yang sedang kita hadapi saat ini?

Tetap teguh percaya kepada Tuhan, karena apa yang kita takutkan belum tentu terjadi. Apa yang ditakutkan oleh Maria juga tidak terjadi. Dia tidak mendapat malu, dia tidak ditinggalkan oleh Yusuf, dan dia juga tidak mendapatkan hukuman dirajam batu.

Jika Tuhan menyertai Maria, maka kita juga harus percaya, ketika kita tetap teguh di dalam Tuhan, maka Tuhan juga akan menyertai kita.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *