Citra Tuhan Dalam Alam Semesta

(Edisi Bulan Keluarga)
Mazmur 104:1-35

Semua manusia, jika ingin menikmati hidup di dunia ini, tergantung pada bagaimana mereka menguasai dan memelihara alam di sekitarnya. Kemuliaan Tuhan bisa dirasakan di dalam dan melalui semua ciptaan-Nya di alam semesta ini. Hal ini digambarkan secara jelas di dalam Mazmur 104. Ada 4 bagian dari Mazmur 104 ini yang menggambarkan tentang kebesaran Tuhan melalui alam ciptaan-Nya:

  1. Tuhan menentukan batas-batas bagian alam secara sempurna (ayat 1-9). Pemazmur mengajak kita untuk memandang ke atas, yaitu kepada karya Tuhan di langit dan cakrawala. Unsur-unsur seperti langit, air, awan, bumi dan air laut disebutkan secara jelas di sini. Air itu ada di mana-mana, di atas maupun di bawah. Tuhan berkuasa untuk menetapkan batas-batas yang sempurna, sehingga bumi dan cakrawala itu tidak tenggelam oleh dan dalam air yang melimpah ruah itu. Hal ini terjadi sebelum bencana air bah pada zaman Nuh. Cakrawala berguna untuk memisahkan air di bahwa dengan di atas (Kej 1:6). Di awal penciptaan belum ada awan dan hujan (Kej 2:4-6). Setelah air bah, baru muncul hujan (Kej 8:22).
  2. Air yang memuaskan dan menghidupkan (ayat 10-18). Unsur terpenting dalam proses pemeliharaan Tuhan di alam ini adalah air. Tanpa air, semua makhluk hidup akan mati. Air memuaskan dahaga segala binatang, yang membuat mereka bersukacita. Air menumbuhkan tanaman yang bisa menjadi makanan bagi hewan maupun manusia. Saat ini, warga dunia sudah mulai banyak kekurangan air bersih, termasuk di tempat kita, walaupun mempunyai sungai terpanjang.
  3. Tuhan mengatur Alam dengan bijak, teratur dan sempurna (ayat 19-30). Pemazmur mengajak kita untuk memandang lagi ke langit dan menyebutkan beberapa benda angkasa yang ada. Semua beraktivitas sesuai dengan jadwal masing-masing secara teratur. Alam semesta penuh dengan ciptaan Tuhan, tetapi mereka bisa teratur. Tuhan juga mementingkan keteraturan. Di ayat 26 disebut mengenai Lewiatan, yaitu sejenis makhluk air yang besar berbentuk seperti ular. Binatang ini disebutkan beberapa kali di dalam Alkitab (Ayub 3:8; Maz 74:14; Yes 27:1) dan digambarkan di Ayub 41.
  4. Hanya Tuhan yang patut dimuliakan di bumi ini (ayat 31-35). Pemazmur mengajak kita untuk sadar akan kemuliaan Tuhan dan membiarkan Tuhan tetap berada dan bertahta dalam kemuliaan-Nya.

Teknologi semakin maju, tetapi bencana alam semakin banyak. Dunia kedokteran semakin modern, tetapi orang sakit semakin bermunculan penyakit baru yang belum ditemukan obatnya. Semuanya itu terjadi karena banyak manusia yang pandai tetapi digunakan untuk menguasai alam secara tidak bertanggungjawab.

Supaya kita dapat hidup tanpa rasa takut di alam semesta ini, muliakanlah Tuhan melalui semua yang ada pada kita. Milikilah motto: ā€œHidupku bukannya aku lagi, tetapi Yesus di dalam ku.

Tuhan Yesus memberkati, Maranatha!

Views: 2829

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top