Perlengkapan Rohani

Efesus 6:10-20

Senjata menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan diri pada saat musuh datang mendekat atau sedang berperang. Dalam pengalaman melawan penjajah, bangsa Indonesia telah menggunakan banyak senjata. Mereka belajar untuk menggunakan itu dan mempersiapkannya dengan baik. Ketika kita membaca sejarah, senjata sederhana yang berupa bambu runcing pernah menjadi senjata yang mematikan. Senjata ini jelas kalah jauh dengan senjata yang dimiliki oleh penjajah. Tetapi para pejuang bangsa bisa menggunakan bambu runcing sebagai salah satu senjata untuk melawan penjajah.

Setiap daerah di Indonesia memiliki senjata masing-masing. Aceh memiliki senjata yang bernama rencong untuk melawan penjajah. Mata rencong biasanya dibuat melengkung dan berbentuk menyerupai huruf ā€œLā€. Di Jawa Tengah, para pejuang mengunakan keris untuk melawan penjajah. Keris yang tertancap dalam tubuh manusia dapat merobek dan merusak tubuh tersebut. Suku dayak memiliki senjata berupa sumpit. Penjajah sering kesulitan untuk menghadapi senjata ini, karena dapat menumpas penjajah tanpa suara sedikit pun.

Itu semua terjadi pada zaman lampau, ketika manusia masih saling menjajah. Semua senjata itu digunakan untuk membela atau melindungi diri sekaligus melawan musih ketika berada dalam peperangan. Pada zaman rasul Paulus, bangsa Romawi merupakan bangsa terkuat dengan wilayah kekuasaan yang luas. Israel menjadi salah satu negara jajahan Romawi. Paulus sengaja menggunakan kiasan perlengkapan senjata bagi jemaat Efesus, karena itulah yang dilihat mereka hampir setiap hari. Tentara Romawi tidak pernah lengah, mereka selalu mengenakan perlengkapan senjata mereka, di mana pun mereka berada.

Sekarang, kita juga harus sadar bahwa kehidupan kita juga masih mirip seperti dalam peperangan. Tetapi peperangan yang dihadapi oleh orang Kristen lebih bersifat rohani, bukan jasmani. Karena itu, kita harus siap dan diperlengkapi dengan perlengkapan senjata Allah. Senjata Allah itu jelas ada di dalam diri orang-orang percaya, yaitu: ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, kaki yang berkasut kerelaan, perisai iman, ketopong keselamatan dan pedang roh (ayat 15-17).

Ikat pinggang bukan senjata utama. Tetapi Paulus sengaja menyebutnya pertama kali, karena itu adalah dasar bagi semua orang percaya. Baju zirah adalah pelindung dada, sebagai salah satu bagian tubuh yang sangat vital. Keadilan Tuhan seharusnya melindungi atau melingkupi hati kita. Kasut adalah pelindung kaki dan membuat kita berjalan atau berperang dengan baik. Melangkah dengan kerelaan untuk memberitakan Injil, itulah yang harus dilakukan oleh orang percaya. Perisa merupakan perlengkapan yang digunakan sebagai pelindung. Benda ini dapat digunakan untuk menangkis atau melindungi kita dari serangan musuh. Keteguhan iman percaya kita kepada Tuhan yang membuat kita bisa menangkis semua hal-hal yang jahat. Ketopong berfungsi untuk melindungi kepala, sebagai pusat dari manusia itu sendiri. Kita perlu melindungi pikiran kita. Pedang roh adalah firman Tuhan. Semua perlengkapan sebelumnya adalah untuk bertahan, maka pedang roh ini beguna untuk menyerang, untuk mematahkan serangan Iblis.

Ketika kita diminta untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, berarti sedang ada hal darurat yang kita hadapi. Tuhan telah menyediakan semua perlengkapan senjata yang kita perlukan. Kita harus menyadari apa yang kita perlukan dan menyediakan diri untuk memperlengkapi diri kita dengan seluruh senjata itu setiap harinya.

Saat ini kita sering berada di lingkungan yang tidak ideal. Setiap saat kita bisa berhadapan dengan hal-hal yang tidak baik, seperti: sulit mengendalikan amarah, pekerjaan yang tidak jujur, berhadapan dengan orang-orang yang tidak baik atau dikelilingi oleh orang-orang yang menguras emosi. Senjata kita untuk menghadapi semua itu antara lain: menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran, hidup serupa dengan Kristus dan pengetahuan kita tentang Injil. Kita juga menggunakan perisai iman, yang didasarkan kepada percaya penuh kepada Tuhan. Perlengkapan senjata yang Tuhan berikan sudah lengkap. Tinggal kita mau menggunakannya atau tidak.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *