Perjamuan Tuhan (Perjamuan Kudus)

1 Korintus 11:17-34

Yesus memberikan perintah kepada gereja untuk melaksanakan upacara gereja. Upacara gereja yang diperintahkan oleh Yesus adalah Baptisan (Mat 28:19) dan Perjamuan Tuhan (1 Kor 11:22-25).

Mengenai Perjamuan Tuhan (saat ini banyak disebutkan oleh gereja sebagai Perjamuan Kudus), ada beberapa pengertian yang berbeda:

  1. Ada gereja yang menganggap bahwa perjamuan Tuhan adalah upacara yang bisa mendatangkan keselamatan dan bersifat menguduskan, sehingga disebut sacrament (upacara suci). Karena itu mereka mengadakannya setiap hari minggu, supaya jemaat yang datang bisa disucikan dengan upacara ini.
  2. Ada gereja yang percaya dengan transubstantial, mereka percaya ketika roti dan anggur perjamuan itu didoakan oleh pemimpin umat, maka roti itu berubah menjadi tubuh Yesus dan anggur berubah menjadi darah Yesus.
  3. Ada gereja yang mengajarkan bahwa melalui perjamuan Tuhan ini, maka jemaat akan mendapatkan kesembuhan, keselamatan, dan penyembuhan sakit penyakit, pelepasan kutuk, dst, sehingga terkesan perjamuan ini menjadi semacam upacara mistis.

Mari kita lihat apa yang alkitab katakan mengenai perjamuan Tuhan ini:

  1. Nama yang dipakai untuk acara ini adalah Perjamuan Tuhan (1 Kor 10:21, 11:20). Dalam KJV disebut Lord’s supper.
  2. Perjamuan Tuhan menyimbolkan peristiwa penghancuran tubuh Kristus dan penumpahan darah-Nya sebagai penebus dosa. Dalam 1 Kor 24-27 Paulus dengan jelas mengungkapkan bahwa maksud Perjamuan Tuhan itu adalah sebagai peringatan akan Tuhan. Ia tidak mengatakan ada maksud lain selain sebagai sebuah upacara peringatan.
  3. Bisa disimpulkan bahwa upacara ini tidak akan mendatangkan khasiat apapun untuk keselamatan, kesucian dan penyembuhan penyakit. Keselamatan diperoleh hanya melalui bertobat dan percaya kepada Yesus.
  4. Perjamuan Tuhan ini sangat penting untuk memberitakan kematian Tuhan, sampai Ia datang (ayat 26).
  5. Perjamuan Tuhan ini harus dilaksanakan secara benar, supaya tidak mendatangkan hukuman (ayat 29).  Perjamuan hanya boleh diikuti oleh orang-orang yang sudah lahir baru, yang sudah menerima baptisan dan perjamuan dilakukan dalam pertemuan jemaat (kebaktian).
  6. Perjamuan bukan untuk membuat kenyang (ayat 34), sehingga roti tidak perlu besar dan anggur tidak perlu banyak, karena simbol. Kalau Yesus menyimbolkan tubuh-Nya dengan roti, maka harus dengan roti (tidak perlu diganti dengan singkong). Tuhan menyimbolkan darah-Nya dengan anggur, maka kita harus melakukannya juga dengan anggur (tidak perlu diganti dengan kopi). Jika tidak ada roti dan anggur, Perjamuan Tuhan bisa ditunda sampai simbolnya ada.

Mari kita melaksanakan Perjamuan Tuhan dengan benar, sesuai dengan instruksi dan perintah dari Tuhan melalui Alkitab, supaya tidak mendatangkan hukuman.

Tuhan Yesus memberkati, Maranatha!!

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *