Menang Atas Pencobaan

Matius 4:1-11

Kata Yunani “hamartia” yang diterjemahkan dengan dosa di dalam Alkitab juga mempunyai arti lain, yaitu ‘salah sasaran’. Manusia salah dalam menempatkan sasaran hidupnya. Seharusnya, hidup manusia diarahkan kepada Tuhan, tetapi justru kecenderungan manusia mengarah ke hal sebaliknya. Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa bukan saat mereka memakan buah, tetapi pada saat mereka mengubah sasaran hidupnya. Perintah dan kehendak Tuhan sudah tidak menjadi fokus bagi mereka, tetapi kepentingan diri sendiri.

Dosa terletak pada kehendak manusia. Manusia mempunyai kehendak bebas untuk mendekat atau menjauh dari Tuhan. Manusia mempunyai kecenderungan kuat untuk berbuat dosa dan melanggar perintah Tuhan. Ketika kita membiarkan hati dan pikiran kita dikuasai oleh amarah, dendam, iri hati dan kebohongan, maka semuanya itu akan mendorong kita jauh dari Tuhan.

Pencobaan dari Iblis yang dihadapi oleh Yesus menggambarkan godaan-godaan yang kita hadapi sehari-hari.

Pertama, pencobaan diarahkan kepada kebutuhan dasar manusia, yaitu makanan. Semua manusia perlu makan. Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan dasar ini, manusia harus bekerja. Tetapi, Iblis membujuk Yesus untuk mendapatkan makanan dengan jalan pintas. Kita juga sering tergoda untuk mengambil jalan pintas atau jalan yang salah untuk memenuhi kebutuhan dasar ini. Dalam peristiwa itu, Yesus mengajarkan kepada kita supaya kita tetap bertahan untuk setia kepada Tuhan, walaupun kondisi kebutuhan dasar kita sedang tidak terpenuhi.

Kedua, pencobaan ini menjebak manusia untuk menganggap diri sebagai orang saleh, taat beragama atau memiliki tingkat kerohanian yang tinggi. Ada kalanya kita merasa sebagai orang yang paling mengerti kehendak Tuhan. Karena hal tersebut, manusia bertindak semaunya dengan anggapan bahwa Tuhan pasti mendukung kita. Lebih parah lagi jika secara sadar maupun tidak sadar, kita mulai mengatur Tuhan. Jika hal itu terjadi, maka kesalehan rohani justru akan menjerumuskan kita makin jauh dari Tuhan.

Ketiga, pencobaan tentang kuasa, kemuliaan dan kehormatan diri. Banyak orang rela melakukan apapun juga supaya mendapatkan kekuasaan dan kemuliaan. Memanfaatkan dan mengorbankan orang lain merupakan hal yang biasa dilakukan oleh orang yang ingin mendapatkan kemuliaan dan kekuasaan diri. Segala sesuatu dilakukan, entah itu baik maupun tidak baik. Kekuasaan dan kemuliaan yang didapatkan dengan cara yang tidak pantas akan menjadikan manusia sebagai hamba kejahatan. Itu hal yang tidak dikehendaki oleh Tuhan dan orang percaya harus bisa menolaknya.

Kuasa dosa sangat kuat dan mustahil kita melawannya. Dosa hanya bisa diselesaikan dengan pengorbanan Yesus Kristus. “Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar” Roma 5:18-19.

Sasaran kita harus tepat, yaitu mengarah kepada Kristus. Kita seharusnya bergantung dan bersandar kepada Tuhandengan percaya kepada-Nya dan memberi diri dibentuk oleh-Nya. Dengan keyakinan pada pimpinan Roh Kudus, kita percaya bahwa Tuhan menuntun kita kepada jalan yang benar.

Tuhan Yesus memberkati, Maranatha!

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *