Tenanglah dan Jauhilah Iri Hati

Yakobus 3:16

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat

Iri hati dan mementingkan diri sendiri adalah penyakit yang sangat bisa terjadi di semua orang. Para murid Yesus pernah mengalami hal ini, sehingga terjadi perselisihan antar mereka. Demikian juga orang-orang pada saat ini. Dulu, mungkin tidak terlalu mencolok. Tetapi sekarang, seiring perkembangan zaman dan maraknya penggunaan media sosial, orang bisa membuat status tentang kehidupannya dan mengakibatkan orang yang melihat status itu bisa iri. Saat ini kita bisa dengan mudah melihat kehidupan orang lain melalui media sosial. Jika kita tidak siap maka kita akan mulai membanding-bandingkan apa yang kita punya dengan apa yang orang lain punya. Hal itu yang menyebabkan kita bisa iri hati atau cemburu sosial. Jika kita tidak menyikapinya dengan dewasa, maka hidup kita akan bertemu dengan kekacauan. Parahnya, akan muncul segala macam perbuatan jahat, karena hasil dari perbandingan-perbandingan tersebut yang mungkin awalnya tidak terlalu kita sadari.

Pembandingan itu membanggakan bagi yang kuat, tetapi bisa menjatuhkan bagi yang dalam posisi lemah. Karena itu, kita sebaiknya harus berhati-hati ketika kita membandingkan sesuatu, terutama jika ingin membandingkan orang. Ketika seseorang dibandingkan, mungkin dari luar sepertinya tidak apa-apa, tetapi hati orang siapa yang tahu. Setiap orang mempunyai kekuatannya sendiri karena Tuhan menciptakan manusia unik dan berbeda.

Jika kita perhatikan dalam kehidupan ini, selalu saja ada orang yang lebih dari kita. Bahkan meskipun kita tidak membanding-bandingkan tetapi seringkali orang membanding-bandingkan kita. Karena itu penting untuk kita supaya menjaga hati sehingga kita sendiri tidak menjadi iri hati dan ikut membandingkan dan pada akhirnya kekacauan terjadi dalam hidup kita dan hidup orang-orang yang ada di dekat kita. Kita harus belajar untuk tetap tenang dan tidak terpancing ketika ada orang yang membanding-bandingkan kita dengan orang lain.

Mazmur 139:14

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaih; ajaib apa yang Kau-buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Jiwa yang sadar sangat penting, menyadari hidup kita yang ajaib karena Tuhan dan membuat kita bersyukur. Ketika kita sadar bahwa kita adalah ciptaan Tuhan yang spesial dan unik, maka hidup kita akan lebih tenang. Orang yang hidupnya tenang dan mengucap syukur, tidak akan mudah terjebak untuk melakukan perbuatan jahat yang disebabkan oleh iri hati atau disbanding-bandingkan dengan orang lain. Tetapi jika kita tidak menyadari akan hal ini, maka sulit untuk kita bersyukur karena kita akan selalu melihat apa yang kurang pada diri kita.

Di satu sisi, ketika ada saja orang yang tidak puas dengan dirinya, ada banyak kesempatan usaha yang muncul. Artinya, dunia melihat ketidakpuasan manusia sebagai kesempatan buat mereka. Hal itu mengakibatkan, banyak orang semakin tidak puas dengan dirinya dan tidak bisa mengucap syukur atas apa yang ada di dalam dirinya.

Kita tidak tahu apa lagi yang akan terjadi di masa depan. Tetapi ketika kita sudah bisa sadar dan mempersiapkan diri akan semuanya itu, apapun yang ada di masa depan, kita sudah siap. Apapun yang diinformasikan oleh orang lain kepada kita, tidak akan banyak mempengaruhi kita sehingga kehidupan pribadi kita tetap tenang dan tidak terganggu dengan iri hati.

Orang seringkali mencari kebahagiaan dari sisi luar. Padahal, ketika kita bisa bersyukur, itulah bahagia yang sebenarnya. Kebahagiaan di luar itu hanya semu. Apa yang kita lihat, yang sepertinya dimiliki oleh orang lain, itu belum tentu sesuai dengan kenyataan. Ketika Yesus ada di dalam diri kita, itulah seharusnya yang menjadi kebahagiaan sempurna dalam hidup kita. Ketika kita melihat apa yang dimiliki orang lain, kita pun ikut senang dan tidak perlu iri hati.

Pengkhotbah 7:29

Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.

(BIS) Hanya inilah yang kudapat: Allah membuat kita sederhana dan biasa. Tetapi kita sendirilah yang membuat diri kita rumit dan berbelit-belit.

Tuhan terima kita apa adanya, bukan karena apa yang kita punya.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *