Yang Lemah Dikuatkan

2 Samuel 22:31-37

Pengalaman kehidupan Daud banyak menghadapi rintangan dan halangan. Bahkan dalam menghadapi semuanya itu, dia pernah merasa lemah dan tidak berdaya. Dalam situasi yang seperti itu, Daud menyanyikan syukurnya dan berkata, “Sebab siapakah Allah selain dari Tuhan, dan siapakah gunung batu selain dari Allah kita? Allah, Dialah yang menjadi tempat pengungsianku yang kuat dan membuat jalanku rata; yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit; yang mengajar tanganku berperang, sehingga lenganku dapat melengkungkan busur tembaga.”

Pengalaman perang yang dilakukan oleh Daud adalah pengalaman yang tidak bisa dilupakan. Saat ini mungkin kita tidak mengalami peperangan fisik seperti Daud. Karena lawan kita bukanlah darah dan daging. Lawan kita adalah dosa. Dosa menimbulkan persoalan dan permasalahan yang pada akhirnya membuat kita menjadi menderita. Ada kesukaran dan penganiayaan dalam kehidupan kita. Selain belajar dari Daud, kita juga bisa belajar dari Paulus, yang dinyatakannya dalam 2 Kor 12:7-10.

Waktu yang diberikan oleh Tuhan supaya kita tinggal di dunia adalah waktu yang sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan. Karena dari dunia inilah kehidupan kita selanjutnya akan ditentukan. Apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai. Peristiwa-peristiwa penderitaan yang terjadi di dunia janganlah sampai membuat kita jauh dari Tuhan. Kalau itu terjadi, kita akan rugi besar. Ada banyak hal yang berharga yang bisa kita lakukan di dunia ini. Paling tidak kita bisa semakin mengenal Tuhan dengan lebih baik. Karena, ada kekuatan yang besar ketika kita mengenal Dia dalam kebenaran-Nya. Dialah yang memberi kekuatan dan menjadi benteng dalam hidup kita. Bahkan Dia memberikan pengharapan yang besar, yaitu kehidupan kekal bersama Dia.

Keletihan dan ketidak-berdayaan sering kali kita alami dalam menjalani kehidupan ini. Tetapi, Tuhan berjanji akan memberikan kekuatan kepada kita ketika kita bersandar penuh kepada Tuhan. Bersandar bukan berarti pasif. Tetapi, lakukanlah bagian kita yaitu melakukan firman. Selebihnya serahkanlah kepada Tuhan. Bahkan akan muncul kekuatan dan penghiburan juga pada saat kita menolong dan menghibur orang lain.

Tuhan Yesus memberkati, Maranatha!!

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *