Tanggungjawab Penatalayanan

Matius 25:14-30

Penatalayanan (stewardship) merupakan panggilan bagi semua orang percaya, para murid Yesus Kristus untuk mengelola segala sesuatu yang sudah dipercayakan oleh Tuhan. Sebagai orang percaya, kita diminta untuk mengelola semua yang Tuhan berikan. Penatalayanan pertama kali diberikan kepada manusia dengan cara memberi perintah untuk berkuasa atas bumi dan seisinya (Kej 1:26). Tuhan menginginkan supaya semua dikelola dengan baik, sesuai dengan kehendak Tuhan.

Penatalayanan diberikan kepada manusia, bukan kepada makhluk ciptaan lain, karena manusia adalah satu-satunya ciptaan yang segambar dan serupa dengan Tuhan. Dengan demikian, seharusnya manusia bisa mengerti kehendak Tuhan. Pertama kali Tuhan mempercayakan kepada manusia untuk menikmati semua buah yang ada di taman Eden, kecuali satu buah. Manusia juga harus mempertanggungjawabkan semuanya itu kepada Tuhan. Ketika manusia salah mengelola dan melanggar kehendak Tuhan, maka mereka juga bertanggungjawab dengan semua konsekuensi yang sudah pernah disampaikan oleh Tuhan.

Saat ini kita juga mendapatkan kesempatan untuk mengelola talenta atau potensi diri yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kita, sambil kita menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali. Kita diharuskan untuk berjaga-jaga. Selama masa berjaga-jaga menjelang kedatangan-Nya, Yesus mengharapkan kita untuk rajin menggali potensi diri dan menggunakan itu dengan sebaik-baiknya, bukan menguburnya. Karena itulah Tuhan Yesus mengajarkan dengan memberi perumpamaan tentang talenta.

Tuhan memberikan kepada kita masing-masing, potensi yang berbeda. Kita sendiri saat ini mungkin tidak tahu, berapa talenta potensi yang Tuhan berikan kepada kita. Di dalam perumpamaan, ada yang diberi lima talenta, dua talenta dan satu talenta. Di dalam kamus Alkitab, satu talenta sama dengan enam ribu dinar. Upah sehari adalah satu dinar. Satu talenta sama dengan upah enam ribu hari. Jika satu hari upah rata-rata seratus lima puluh ribu, maka satu talenta sama dengan sembilan ratus juta rupiah. Itu adalah jumlah uang yang sangat besar. Bahkan orang yang diberi satu talenta saja, seharusnya sangat mengucap syukur dan bisa menjalankan uang tersebut dengan baik.

Tuhan memberikan kepada kita sesuai dengan kesanggupan kita. Semua orang bisa menerima uang dan menggunakan uang tersebut, tetapi tidak semua orang bisa mengelola uang. Orang yang bisa mengelola uang, akan membuat nilai uang tersebut bertambah. Dalam banyak kesempatan, Tuhan seringkali menggunakan perumpamaan uang atau harta, karena itulah yang paling dekat dengan manusia dan yang paling mudah dimengerti serta disukai. Tetapi sebenarnya Tuhan tidak hanya menginginkan kita untuk mengelola harta duniawi, tetapi juga mengelola semua yang Tuhan berikan kepada kita.

Bagi kita yang bisa mengelola talenta dengan baik dan sesuai kehendak Tuhan, maka kita akan dihitung sebagai orang bisa dipercaya, sehingga Tuhan akan mempercayakan hal-hal lain yang mungkin tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Kita juga mendapatkan bonus, yaitu masuk kepada kebahagiaan Tuhan. Kita disebut sebagai orang yang setia dalam perkara kecil, karena ternyata Tuhan masih memiliki perkara lain yang lebih besar, yang akan dipercayakan kepada kita untuk dikelola. Tuhan tidak melihat nilainya, karena setiap manusia pasti berbeda. Tuhan melihat kesetiaan kita dalam mengelola semua yang telah dipercayakan kepada kita.

Bagi orang yang menyembunyikan talenta dan tidak mau menjalankan atau mengembangkannya, orang tersebut dianggap jahat dan malas oleh Tuhan. Orang-orang seperti itu biasanya memiliki pikiran yang buruk terhadap tuannya. Bukankan kita juga seringkali bertemu dengan orang-orang yang tidak puas dengan Tuhan, bahkan berpikir buruk terhadap Tuhan? Jangan sampai kita adalah salah satu dari orang tersebut. Sebagai orang percaya, seharusnya kita rajin dan taat untuk melakukan segala sesuatu, terutama dalam melayani Tuhan, sesuai dengan yang ada pada kita. Diri kita adalah benih yang bisa dikembangkan dengan baik. Itulah yang seharusnya kita lakukan. Kita terus bisa memperlengkapi diri untuk melayani Tuhan, untuk berguna bagi banyak orang.

Ketika Tuhan memberikan kepercayaan dan wewenang untuk digunakan, Ia ternyata memberikan tanggung jawab secara penuh kepada kita. Karena itulah, patut bagi kita untuk menjaga kepercayaan itu. Jika suatu saat Tuhan Yesus datang kembali ke dunia untuk menjemput kita, maka kita didapati-Nya setia dan rajin. Jaminan keselamatan adalah ketika kita tetap percaya kepada-Nya. Jaminan masuk ke dalam penghargaan dan kebahagiaan Tuhan adalah ketika kita tetap setia melakukan segala sesuatu yang telah dipercayakan-Nya kepada kita. Demikianlah kita seharusnya mengerjakan keselamatan kita dan melakukan penatalayanan yang baik.

Views: 7

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top