Karakter Di Dalam Jemaat (Jelajah PB 758)

Efesus 4:26-32

Dalam kehidupan sehari-hari, orang Kristen bisa marah. Marah itu tidak berdosa, tetapi bisa menjadi dosa. Karena itu, jika orang Kristen marah, jangan sampai berbuat dosa. Marah tidak boleh berlarut-larut. Jika marah berlangsung lama, bahkan sampai matahari terbenam, itu bukan marah lagi tetapi dendam. Marah itu terjadi seketika dan tidak berlangsung lama. Jika sudah berlangsung lama, berarti kategorinya adalah dendam atau benci. Orang Kristen yang ada Roh Kudus di dalam hatinya bisa marah, tetapi tidak dendam dan benci. Jika ada sesuatu yang salah, diperbolehkan untuk marah. Jika kita marah terus dan berkepanjangan, maka Iblis akan mengambil kesempatan untuk menjatuhkan kita, sampai kita melakukan sesuatu hal yang negatif.

Orang yang dulu suka mencuri, setelah bertobat dan percaya Yesus, seharusnya tidak mencuri lagi. Sebaiknya ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri. Setelah itu ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. Kita tidak boleh mengambil hak orang. Justru seharusnya kita memberi kepada orang lain. Tuhan Yesus mengajarkan lebih berbahagia memberi daripada menerima. Tuhan memberikan berkat kepada kita, supaya kita bisa membagikan berkat itu kepada orang lain.

Orang Kristen seharusnya bekerja lebih keras dari orang-orang lain di dunia ini. Orang lain punya tanggungjawab kepada keluarga, sama seperti kita. Sedangkan tanggungjawab kita bukan hanya itu saja. Kita juga harus ikut bertanggungjawab di dalam pelayanan gereja. Karena itulah kita seharusnya lebih rajin karena memiliki tanggungjawab ganda. Kita bertanggungjawab atas keluarga kita. Kita juga bertanggungjawab atas tugas pelayanan gereja, yaitu pengajaran dan pemberitaan Injil.

Sebagai orang Kristen, kita tidak diperbolehkan untuk memperkatakan hal-hal yang kotor, yang keluar dari mulut kita. Seharusnya kita menggunakan perkataan yang baik dan membangun. Orang-orang yang mendengar perkataan kita bisa mendapatkan kasih karunia dari Tuhan. Lebih baik kita membuat orang lain bersukacita dan memuji Tuhan. Kata-kata kotor saja tidak boleh keluar dari mulut kita, apalagi makian. Penting bagi kita untuk bisa mengendalikan lidah kita, supaya perkataan yang keluar dari mulut kita adalah perkataan yang memberkati.

Karena Roh Kudus tinggal di dalam hati kita, maka ketika kita berkata atau berbuat sesuatu yang tidak sepadanan dengan keinginan Tuhan, maka kita telah mendukakan Roh Kudus. Karena itu, jangan sampai kita mendukakan Roh Kudus yang sudah tinggal di dalam hati kita, yang telah memateraikan kita menjelang hari penyelamatan. Kita perlu menghindari untuk berpikir tentang hal-hal negatif. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kita, demikian pula segala kejahatan.

Yang harus kita lakukan adalah: ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sama seperti Tuhan di dalam Kristus yang telah mengampuni kita. Di dalam jemaat kita harus saling mengasihi dan saling mengampuni. Mungkin di dalam jemaat bisa terjadi kesalahpahaman. Untuk menyikapi hal itu diperlukan untuk saling mengasihi dan mengampuni. Seharusnya di dalam jemaat ada hubungan yang indah seperti ini, tidak ada pikiran atau keinginan untuk berbuat jahat terhadap sesamanya.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *