Bersahabat Dengan Kegelapan (Jelajah PB 760)

Efesus 5:5-7

Firman Tuhan mengingatkan kepada kita semua bahwa orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, tidak akan pernah mendapatkan bagian dalam Kerajaan Kristus dan Kerajaan Tuhan. Jika orang yakin bahwa ia telah dilahirkan kembali dan diselamatkan, maka orang tersebut harus memperhatikan apa yang dikatakan dan apa yang dilakukannya. Juga perlu hati-hati dengan semua yang dipikirkan.

Sejak kita lahir baru dan diselamatkan, kita telah mendapatkan posisi yang kudus. Roh Kudus masuk ke dalam hati kita sehingga kita menjadi orang yang kudus. Tuhan menginginkan kita terus mengerjakan dan membangun karakter yang kudus. Di dalam 2 Korintus 7:1 ditegaskan, “Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengna demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.”

Kita juga diingatkan supaya jangan sampai disesatkan orang dengan kata-kata hampa atau perkataan yang muluk-muluk. Kita harus penuh dengan hikmat dan pengertian untuk mencermati semua perkataan yang kita dengar dan memilah perkataan yang mengandung kebenaran. Kebenaran seharusnya selaras dengan Alkitab dan akal sehat. Perkataan yang hampa dan sia-sia akan mendatangkan murka Tuhan. Kita harus menjaga pergaulan kita. Kita perlu memilih kawan dekat kita. Kita tidak boleh berkawan dengan orang-orang yang memiliki perkataan hampa atau kosong. Jika kita dekat dengan mereka, kemungkinan besar kita juga akan terpengaruh, untuk percaya dengan hal-hal yang hampa.

Kita perlu menjauhkan diri dengan orang-orang yang cemar atau memiliki perkataan-perkataan kotor. Kita juga tidak perlu bergaul dengan orang-orang yang memiliki kehidupan cabul dan penuh dengan keserakahan. Semuanya itu kita lakukan untuk menjaga hidup kita, menjaga kekudusan hati kita. Kita tidak perlu merasa kuat, sehingga bergaul dengan mereka. Jika kita tahu bahwa persahabatan itu bisa membuat kita berdosa, sebaiknya kita menghindar. Terang dan gelap tidak akan mungkin bisa bersatu. Arah jalan jelas sangat berbeda. Kemungkinan besar kitalah yang akan terseret menuju kegelapan.

Jika kita menegur sapa orang lain yang tidak seiman dengan kita, itu bukan masalah. Itu harus kita lakukan sebagai orang yang hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kita perlu baik dengan semua orang. Tetapi untuk menjadi sahabat, kita perlu memilih. Bersahabat atau berkawan akan saling memengaruhi satu dengan yang lain. Kecenderungan yang terjadi, kegelapan seringkali lebih kuat untuk menyeret terang menuju kepada gelap. Itu yang perlu kita sadari. Kita sebenarnya bukan orang yang kuat untuk melawan keinginan jasmani dan duniawi. Lebih baik kita menjauhkan diri, daripada terseret lebih dalam dan mengakibatkan kita tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Kristus dan Kerajaan Tuhan.

Bukan hanya itu, kita juga harus berhati-hati dengan kawan atau sahabat yang mengaku diri sebagai seiman. Kita perlu menguji segala sesuatunya. Jika kawan kita tersebut ternyata membawa kita untuk menjauh dari Tuhan secara pelan-pelan, maka kita harus memilih untuk menjauh. Godaan duniawi sangat kuat dalam hidup kita. Karena itu firman Tuhan terus mengingatkan kita untuk berhati-hati dan waspada.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *