Tubuh Milik Yesus Kristus (Jelajah PB 547)

Roma 6:7-14

Jika kita telah mati dengan Kristus, kita juga seharusnya percaya bahwa kita akan hidup dengan Dia. Ketika kita mati, maka kita telah bebas dari dosa. Tuhan Yesus sesudah bangkit dari antara orang mati, Ia tidak mati lagi karena maut tidak berkuasa lagi atas-Nya. Tuhan Yesus Kristus hanya mati satu kali saja untuk seluruh dosa. Kematian Yesus adalah kematian untuk dosa, satu kali untuk selama-lamanya. Kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Tuhan. Yesus mati satu kali untuk dosa Adam dan Hawa sampai dosa manusia yang terakhir.

Demikian juga kita harus memandang bahwa kita telah mati karena dosa. Setelah itu kita hidup bagi Tuhan dalam Kristus Yesus. Ini adalah hal yang sangat indah, yang telah dianugerahkan oleh Tuhan. Setiap orang percaya seharusnya membangun hidup yang kudus melalui bersyukur kepada Tuhan dalam kesehariannya, karena Tuhan sudah mau dan rela untuk menanggung semua dosa kita. Kita seharusnya juga bisa melihat bahwa sebenarnya kita sudah mati, sudah disalibkan di atas kayu salib, bersama dengan Yesus Kristus. Tetapi sekarang kita hidup dan hidup bagi Tuhan. Yesuslah yang telah memberikan kita hidup itu.

Untuk itu, hendaklah dosa tidak lagi berkuasa di dalam tubuh kita yang fana. Kita tidak boleh lagi menuruti keinginan dosa dan keinginan daging. Jangan sampai kita menyerahkan anggota-anggota tubuh kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi kita harus belajar untuk menyerahkan diri kepada Tuhan sebagai orang yang yang dahulu mati, tetapi sekarang telah telah hidup kembali. Saatnya kita menyerahkan tubuh kita kepada Tuhan supaya menjadi senjata-senjata kebenaran. Ini semua adalah kasih karunia yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita, orang-orang yang sudah bertobat dan percaya kepada-Nya.

Orang yang sudah dilahirkan kembali, seharusnya sanggup melihat bahwa dirinya telah mati di atas kayu salib bersama dengan Yesus, untuk menerima hukuman yang patut bagi dosanya. Saat ini kita hidup, hidup untuk Tuhan. Orang percaya yang bisa memahami semua ini, hendaknya tidak menggunakan anggota tubuh untuk dipakai sebagai senjata kelaliman. Jangan sampai anggota tubuh kita saat ini, yang kita miliki, yang sebenarnya adalah pemberian dari Yesus Kristus, dipakai untuk hal-hal yang buruk, hal-hal yang bersifat dosa dan memalukan. Jangan sampai anggota tubuh itu dipakai untuk hal-hal yang tidak bermoral. Kita harus menjaga diri supaya tetap kudus. Tubuh yang ada saat ini adalah tubuh milik Yesus Kristus. Inilah yang harus kita ingat setiap hari, sehingga tidak serta merta menyalahgunakan anggota tubuh kita.

Kita perlu menjaga dan merawat tubuh kita demi kebaikan, supaya bisa dipakai dengan efektif untuk kemuliaan Tuhan dan untuk pemberitaan Injil. Jangan sampai menjadi alat kelaliman atau kejahatan. Sepatutnya, setiap hari kita menyerahkan diri kita kepada Tuhan, karena pada hakikatnya tubuh kita ini adalah milik Yesus Kristus. Kita melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginan dan kehendak Tuhan, untuk menyenangkan hati Tuhan, melakukan segala sesuatu yang berkenan kepada Tuhan. Setiap pagi kita bangun dan mengucap syukur atas keselamatan jiwa yang telah diberikan oleh Tuhan. Dengan demikian, maka hidup kita akan sangat bermanfaat, akan dipakai oleh Tuhan untuk banyak hal. Pada akhirnya, kita tidak lagi dikuasai lagi oleh dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *