Hamba Yesus Kristus (Jelajah PB 548)

Roma 6:15-16

Kita tidak akan lagi dikuasai oleh dosa karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia Tuhan. Orang yang dihitung sudah mati bersama dengan Yesus di atas kayu salib, dia tidak lagi berada di bawah hukum Taurat, karena Yesus Kristus sudah mati baginya. Dia juga harus bisa melihat dirinya sudah mati bersama dengan Yesus di atas kayu salib. Ketika Yesus dihukum mati di atas kayu salib, dia seharusnya bisa melihat bahwa itu adalah hukuman mati untuk dia, untuk manusia itu sendiri. Dosa manusia itulah yang ditanggung oleh Yesus, bukan dosa Yesus karena Yesus memang tidak berdosa. Hukum Taurat tidak ditulis untuk orang yang sudah mati. Karena itulah maka dia tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah hukum kasih karunia. Saat ini, orang yang sudah mati itu hidup karena kasih karunia yang diberikan oleh Yesus Kristus. Karena Yesuslah yang telah memberikan hidup itu kepadanya.

Hidup yang lama yang seharusnya mentaati hukum Taurat itu dan ternyata telah gagal mentaati hukum Taurat, sudah dimatikan di atas kayu salib. Sekarang kita hidup dan hidup ini diberikan oleh Yesus Kristus kepada kita karena kita percaya kepada-Nya. Karena kita percaya dengan apa yang diperbuat oleh Yesus di atas kayu salib adalah untuk kita. Dengan demikian, terjadilah pergantian atau transaksi secara rohani: Yesus dihukumkan di atas kayu salib menggantikan kita, sekarang kita menggantikan dia untuk hidup di dunia ini, hidup bagi Dia. Karena kita hidup bagi Dia, maka kita tidak hidup di bawah hukum Taurat, tetapi kita hidup di bawah kasih karunia Yesus Kristus.

Kita seharusnya tidak berbuat dosa karena tidak di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia. Jika kita menyerahkan diri kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, maka kita harus mentaatinya. Sama seperti ketika kita menyerahkan diri kepada dosa, maka kita pun seharusnya taat kepada dosa itu. Bahkan kita akan taat sampai hal paling buruk, seperti masuk ke dalam neraka. Itulah konsekuensinya, karena kita telah menyerahkan diri kita ke dalam kuasa dosa. Tetapi, ketika kita menyerahkan diri kita kepada Yesus Kristus, ketika kita bertobat dan percaya kepada Dia, maka sekarang kita adalah hamba Yesus Kristus. Kita bukan lagi hamba dosa, tetapi hamba Yesus Kristus. Hamba Yesus Kristus harus menaati Yesus Kristus, tidak lagi menaati dosa atau hidup di dalam dosa. Setiap orang Kristen yang sungguh-sungguh lahir baru, ia akan menaati Yesus Kristus, apapun yang terjadi dalam hidupnya.

Saat ini, kita seharusnya tidak menaati hukum Taurat, tetapi menaati Yesus Kristus. Sekarang kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia Yesus Kristus. Inilah yang seharusnya kita sadari setiap hari, bahwa manusia lama kita telah gagal melaksanakan hukum Taurat dengan sempurna. Setelah itu kita dimatikan bersama dengan Yesus Kristus di atas kayu salib. Setelah itu kita dihidupkan kembali menjadi manusia yang baru, manusia yang hidup sebagai hamba Yesus Kristus. Manusia yang telah hidup di bawah kasih karunia Yesus Kristus. Ini adalah hidup yang telah diberikan oleh Yesus Kristus kepada kita. Hidup ini seharusnya dipakai untuk menaati Yesus Kristus. Seandainya kita jatuh ke dalam dosa, maka kita sedang bersalah kepada Yesus Kristus. Di hadapan Bapa, kita adalah orang yang sudah kudus, sudah dikuduskan oleh darah Yesus Kristus. Di hadapan Bapa, kita tidak bercacat sedikitpun, karena semuanya sudah ditanggung oleh Yesus Kristus. Inilah yang bisa menjamin kita bahwa kita akan masuk sorga, hidup selama-lamanya bersama dengan Yesus Kristus.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *