Antara Roh dan Daging (Jelajah PB 554)

Roma 8:1-6

Di ayat 1, secara lengkap ayat tersebut dikatakan, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus yang tidak berjalan menurut daging tetapi menurut Roh.” Terjemahan ini terlihat lengkap dalam versi King James Version, yang tercatat: “There is therefore now no condemnation to them which are in Christ Jesus, who walk not after the flesh, but after the Spirit.” Penekanan ayat ini justru di kata-kata terakhir yang tidak tercantum dalam terjemahan Indonesia. Orang tidak boleh sembarangan menyebut bahwa dirinya sudah ada di dalam Yesus Kristus. Karena orang tersebut tidak boleh berjalan menurut daging, tetapi dia harus berjalan menurut Roh. Orang tersebut tiap-tiap hari harus memandang bahwa kedagingannya sudah mati, sudah tersalib di atas kayu salib bersama dengan Yesus Kristus. Saat ini Roh lah yang memberikan dia hidup.

Roh itu yang memberi hidup yang telah memerdekakan semua orang yang percaya kepada Yesus. Kita dimerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut. Tuhan telah menjatuhkan hukuman atas dosa dalam daging kemanusiaan Yesus Kristus. Hal ini dilakukan supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. Karena itu, kita harus bisa memandang bahwa kita sekarang ini sudah tidak lagi hidup di dalam daging, tetapi kita hidup di dalam Roh. Sebab mereka yang hidup menurut daging akan memikirkan hal-hal yang dari daging, sedangkan mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Dengan terus memikirkan perkara-perkara rohani, maka hidup kita akan semakin berkenan di hadapan Tuhan.

Ketika kita bertobat dan percaya kepada Yesus, kita menerima posisi sebagai orang kudus. Kita juga menerima hati yang kudus, karena Roh Kudus tinggal di dalam hati kita dan dimateraikan di dalamnya. Lalu kita disuruh untuk menyempurnakan kekudusan kita dengan membangun karakter yang kudus. Di dalam 2 Korintus 7:1 dikatakan, “Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.” Posisi sebagai orang kudus dan hati kudus kita miliki sebagai syarat untuk masuk ke Sorga. Itu sudah lunas dibayar oleh Yesus Kristus pada saat kita bertobat dan percaya kepada Yesus. Yesus telah menggantikan kita untuk dihukumkan atas dosa kita. Sedangkan karakter yang kudus perlu disempurnakan supaya kita bisa bercahaya (menjadi terang) di depan semua orang di dunia ini.

Dalam membangun karakter yang kudus ini, kita harus bisa selalu melihat bahwa kedagingan kita sudah mati. Sekarang yang ada pada kita adalah kehidupan yang diberikan oleh Roh Tuhan. Karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk memikirkan hal-hal yang bersifat kedagingan. Kita seharusnya selalu memikirkan hal-hal yang bersifat rohani. Keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

Keinginan daging adalah perseteruan terhadap Tuhan, karena ia tidak takluk kepada hukum Tuhan. Keinginan daging itu bertentangan dan berlawanan dengan Tuhan. Mereka yang masih hidup dalam daging, tidak akan mungkin berkenan di hadapan Tuhan. Ini adalah pernyataan yang seharusnya kita pahami dengan baik. Tuhan menghendaki kita hidup di dalam Roh. Tuhan telah mengirimkan dan menempatkan Roh-Nya di dalam hati kita, hati orang-orang yang sudah percaya kepada Yesus Kristus.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *