Hidup Dalam Roh Kristus (Jelajah PB 555)

Roma 8:7-13

Di dalam Yehezkiel 36:26-27 dikatakan, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.” Roh kita yang lama telah mati, karena itu Tuhan memberikan roh yang baru kepada kita.

Orang-orang percaya telah menerima Roh Kudus di dalam dirinya. Kita harus tahu bahwa kita tidak hidup di dalam daging melainkan hidup di dalam roh. Roh Kudus masuk ke dalam diri kita bukan karena ada orang lain yang menumpangkan tangan kepada kita. Tidak ada lagi praktik pembaptisan Roh Kudus yang bisa dilakukan oleh manusia. Tidak ada manusia yang lebih berkuasa terhadap manusia yang lain. Semua manusia pada dasarnya sama di hadapan Tuhan. Bukan berarti pemimpin umat memiliki wewenang untuk menyalurkan Roh Kudus kepada umatnya. Roh Kudus masuk ke dalam hati kita pada saat kita bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus. Di dalam Efesus 1:13 jelas dikatakan, “Di dalam Dia kamu juga – karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu –  di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimateraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.”

Ketika kita bertobat, mengaku diri sebagai orang berdosa dan percaya kepada Yesus yang telah menggantikan kita untuk dihukumkan, maka Roh Kudus memateraikan kita menjadi milik Tuhan. Roh Kudus masuk ke dalam hati kita dan Dia menjadi jaminan untuk menerima segala sesuatu yang sudah dijanjikan oleh Tuhan. Roh Tuhan itu sama dengan Roh Kristus. Jika seseorang tidak memiliki Roh Kristus, maka ia bukan milik Kristus. Orang tersebut belum dilahirkan kembali. Orang dikatakan sungguh-sungguh percaya kepada Yesus ketika ia memiliki pengetahuan yang benar tentang Injil, memiliki perasaan positif terhadap Injil itu dan akhirnya berkehendak untuk hidup di dalam Injil tersebut.

Jika Kristus ada di dalam kita, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Jika Roh Kristus diam di dalam diri kita, maka Bapa juga akan menghidupkan tubuh kita yang fana itu, karena Roh-Nya telah diam di dalam kita. Tinggalnya Roh Kudus di dalam diri kita, itu adalah jaminan bahwa kita nanti pasti akan dibangkitkan. Itu juga menjadi jaminan bahwa kita adalah milik Tuhan. Itu juga menjadi pertanda bahwa kita sungguh-sungguh telah dimateraikan oleh Tuhan. Apapun yang terjadi pada tubuh kita, tidak akan mempengaruhi keselamatan kita.

Saat ini status kita adalah orang yang berhutang. Kita tidak berhutang terhadap daging, jadi kita tidak perlu menuruti keinginan daging. Kita justru telah dicelakakan oleh daging kita. Kita sekarang sedang berhutang kepada Tuhan, yang telah memberikan Roh yang telah menghidupkan kita. Jika kita tetap hidup menurut keinginan daging, maka kita akan mati untuk selama-lamanya. Tetapi jika kita mematikan perbuatan-perbuatan daging, maka kita akan hidup bersama dengan Kristus untuk selama-lamanya.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *