Jelajah PB 223 (Lukas 10:1-12)

Tuhan Yesus menunjuk tujuh puluh murid dan mengutus mereka berdua-dua, untuk mendahului Tuhan Yesus ke setiap kota yang akan dikunjungi oleh Tuhan Yesus. Mereka disuruh untuk tidak membawa apa-apa pada saat mereka diutus. Mereka diutus untuk menyerukan tentang kerajaan Daud yang dijanjikan oleh Tuhan kepada bangsa Israel, bahwa kerajaan tersebut akan segera terlaksana, jika bangsa Israel secara nasional menyambut Yesus sebagai Mesias, sebagai Juruselamat mereka. Ini adalah tawaran dari Tuhan kepada bangsa Israel.

Sebenarnya orang Yahudi tahu persis bahwa Mesias akan datang dari keturunan Daud. Mesias itu akan memerintah untuk selama-lamanya. Keturunan Daud ini pasti adalah Tuhan, karena tidak ada manusia yang bisa hidup atau memerintah untuk selama-lamanya. Dia adalah yang berkuasa, Mesias yang berarti Yang Diurapi. Biasanya yang diurapi adalah orang-orang yang menjabat sebagai raja, atau nabi atau imam. Di dalam Perjanjian Lama, ketiga jabatan inilah yang diurapi. Mesias sendiri adalah yang menjabat tiga jabatan di atas sekaligus.

Pemberitaan tentang kedatangan Mesias sudah diberitakan kepada beberapa kota. Karena pemberitaan itu belum merata, maka Yesus mengutus murid-murid tersebut untuk memberitakan hal tersebut ke banyak kota yang akan dikunjungi oleh Tuhan Yesus. Mereka diutus berdua-dua, jadi sekitar tiga puluh lima pasang, artinya mereka bisa pergi ke tiga puluh lima kota di seluruh wilayah Israel. Diharapkan berita ini segera tersebar ke seluruh wilayah di Israel. Jika ada yang menolak, berarti itu adalah keputusan mereka. Karena secara keseluruhan berita itu sudah tersebar ke seluruh wilayah Israel. Pada saat penyaliban Tuhan Yesus, sebenarnya bangsa Israel mempunyai kesempatan untuk mengambil keputusan secara demokratis, yaitu memilih Yesus Barabas yang dibebaskan atau Yesus Kristus yang dibebaskan. Ternyata orang-orang Yahudi mayoritas memilih Yesus Barabas, si penjahat besar itu untuk dibebaskan. Ketika Pilatus bertanya tentang bagaimana selanjutnya, apa yang harus dilakukan terhadap Yesus Kristus, mereka berteriak “salibkan Dia.”

Tiga puluh lima pasang utusan ini sudah diberikan tugas untuk memberitahukan kepada semua rakyat Israel bahwa Mesias yang dijanjikan itu sudah datang. Mereka bahkan juga diberikan kuasa untuk membuktikan itu, dengan kuasa untuk menyembuhkan orang sakit serta mengusir setan. Kepada mereka tidak diperbolehkan untuk membawa bekal. Mereka dianggap sebagai pekerja atau pelayan dari Yesus Kristus, Sang Maha Raja. Raja yang Agung, ketika mengutus utusan-Nya ke mana saja, tidak perlu membekali mereka dengan kebutuhan jasmani. Mereka akan disediakan makanan oleh orang-orang yang didatanginya, seharusnya mereka dijamu dengan luar biasa karena mereka adalah utusan dari Maha Raja yang Agung.

Pada saat ini, siapapun yang menyediakan rumahnya untuk pekerjaan Tuhan, Tuhan tidak akan pernah lupa. Tuhan tidak akan pernah merugikan orang. Tuhan pernah meminjam perahu Petrus untuk mengajar, lalu Tuhan membayarnya dengan ikan yang sangat banyak sekali. Barangsiapa rela barang-barangnya atau harta bendanya dipakai untuk pelayanan dan pemberitaan Injil, mungkin Tuhan tidak akan membayarnya dengan segera, tetapi Tuhan tidak akan mau berhutang. Tuhan mau orang-orang melayani Tuhan dengan ketulusan serta dengan harta bendanya. Ketulusan itulah yang akan dibalas dan dibayar oleh Tuhan, tepat pada waktunya. Janganlah kita berkecil hati ketika kita merelakan barang atau harta benda kita untuk pemberitaan Injil.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *