Jelajah PB 221 (Lukas 9:43-48)

Ini adalah pemberitahuan kedua tentang penderitaan-Nya. Di tengah-tengah banyak orang yang takjub kepada apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, Yesus sendiri memberikan peringatan kepada para murid. Apa yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus nantinya tidak akan diterima oleh para pemimpin Yahudi. Yesus harus pergi ke Yerusalem untuk diserahkan dan dihukumkan. Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. Yesus menggunakan istilah Anak Manusia karena Dia datang sebagai manusia dan akan mewakili umat manusia untuk dihukumkan di atas kayu salib.

Meskipun sudah dua kali hal ini diberitahukan kepada para murid, tetapi mereka tetap mengerti. Dikatakan bahwa artinya tersembunyi bagi mereka sehingga mereka sendiri tidak bisa memahami tentang hal itu. Apa yang ada di pikiran para murid berbeda dengan apa yang sudah direncanakan oleh Tuhan, yaitu rencana penyelamatan yang berbeda, yang tidak masuk akal manusia pada saat itu. Kita pada saat ini bisa tahu karena kita sudah membaca keseluruhan kisah dari Yesus Kristus. Tetapi para murid pada waktu itu belum tahu apa yang akan terjadi, apa yang akan dilakukan oleh para pemimpin Israel kepada Tuhan Yesus. Mereka juga tidak berani untuk menanyakan arti dari perkataan itu kepada Tuhan Yesus.

Mereka justru meributkan tentang siapa yang paling besar di antara mereka. Hal ini memperlihatkan kepada kita bahwa para murid sampai pada saat itu masih mengikuti Tuhan Yesus karena kedagingan mereka. Bahkan sampai Tuhan Yesus disalibkan dan bangkit, para murid masih mengikuti Tuhan Yesus secara kedagingan mereka. Pada saat sesudah kebangkitan, pada saat Yesus menampakkan diri berkali-kali kepada mereka, lalu Yesus terangkat ke Sorga, barulah mereka merenungkan tentang posisi dan kehidupan mereka selanjutnya. Ada cukup banyak waktu bagi mereka untuk merenungkan semua pengajaran dan teladan Tuhan Yesus, dari peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga sampai kepada hari turunnya Roh Kudus.

Hanya manusia kedaginganlah yang saling memperebutkan kekuasaan atau siapa yang terbesar. Bukan hanya pada saat itu, tetapi hari ini juga sering terjadi perebutan kekuasaan, termasuk di gereja juga atau di persekutuan-persekutuan Kristen. Sebagai orang percaya, seharusnya malu kalau ada di suatu gereja tertentu terjadi perebutan kepemimpinan atau kekuasaan. Itu hampir sama dengan apa yang pernah dilakukan oleh para murid, saat mereka masih mengikuti Yesus secara kedagingan. Terkadang orang-orang tersebut juga mengkhotbahkan ayat-ayat ini, tetapi mereka juga yang melakukan perebutan kepemimpinan. Sungguh memalukan jika hal itu terjadi. Lebih baik mereka masuk ke dunia politik, daripada mempermalukan kehidupan gereja atau kekristenan.

Para murid diajar oleh Tuhan Yesus melalui seorang anak kecil. Yesus berkata bahwa siapapun yang menyambut anak itu dalam nama Yesus, maka mereka sudah menyambut Yesus. Jika mereka menyambut Yesus, maka mereka juga menyambut Bapa yang sudah mengutus Yesus. Bagian yang paling penting adalah siapa yang terkecil di antara mereka, dialah yang terbesar. Ini adalah pengajaran Tuhan Yesus yang jelas sangat bertentangan dengan pengajaran duniawi. Barangsiapa ingin menjadi yang terbesar, dia harus siap untuk melayani yang lain. Tuhan menginginkan supaya orang-orang Kristen melayani Tuhan dengan hati. Ketika mereka melayani Tuhan dengan hati, maka mereka tidak mengharapkan hormat dari manusia. Pelayanan dengan hati akan membuat mereka dihormati oleh Tuhan sendiri. Bagaimana dengan kita?

Views: 6

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top