Jelajah PB 186 (Lukas 4:14-30)

Dalam kuasa Roh Kudus, kembalilah Yesus ke Galilea. Tersiarlah kabar tentang Yesus ke seluruh daerah itu. Sepertinya pencobaan yang dialami oleh Tuhan Yesus terjadi di Yudea. Di Galilea, Yesus memulai pelayanan-Nya, mengajar di rumah-rumah ibadat dan semua orang memuji Tuhan Yesus. Yesus juga mengumpulkan para murid di sekitar danau Galilea.

Setelah itu Yesus datang ke Nazaret, tempat Yesus dibesarkan. Pada waktu itu adalah hari Sabat, Yesus masuk ke rumah ibadat dan membaca Alkitab. Yesus membaca kitab nabi Yesaya. Yang dibaca oleh Yesus adalah nubuatan mengenai kedatangan sang Mesias. Setelah Tuhan Yesus selesai membaca bagian Alkitab itu, Dia duduk dan mengajar kepada orang-orang yang ada di rumah ibadat itu.

Yesus berkata bahwa pada hari itu genaplah nas yang dibacakan oleh Yesus. Memang betul bahwa nas itu sudah genap dan Juruselamat itu sendiri yang membacakan nubuatan itu kepada orang banyak yang ada di tempat itu. Tetapi ternyata Tuhan Yesus ditolak di Nazaret, di kota tempat Dia dibesarkan. Orang-orang di kota itu tahu persis siapa sebenarnya Yesus. Mereka melihat bahwa Yesus hanyalah seorang anak tukang kayu, yaitu anak Yusuf.

Beberapa hari sebelumnya memang Tuhan Yesus telah melakukan mujizat di Kapernaum. Ternyata orang-orang di Nazaret juga telah mendengar tentang hal itu. Ketika Yesus menunjuk kepada diri-Nya bahwa Dialah Mesias yang dinubuatkan dalam kitab Yesaya tersebut, maka orang-orang yang mendengar Yesus itu menjadi marah. Lalu Yesus berkata bahwa tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Ayat ini pada saat ini sering menjadi alasan orang-orang Kristen tidak mau melayani Tuhan di tempat asalnya. Tetapi sebenarnya ayat ini tidak untuk kita, tetapi untuk nabi. Jika bukan kita yang memberitakan Injil kepada orang-orang di tempat asal kita, terutama yang di sana banyak orang yang belum percaya kepada Injil, siapa lagi.

Jika kita memberitakan Injil dan orang yang mendengar berita Injil itu tidak mau percaya dengan apa yang kita beritakan, mereka bukan tidak percaya kepada kita, tetapi mereka kepada para rasul yang menuliskan Injil tersebut. Tuhan Yesus berkata bahwa tidak semua orang akan menerima mujizat. Tidak semua orang akan mengalami kemuliaan dari Tuhan. Tuhan Yesus mengatakan tentang hal itu dengan menjelaskan ulang mengenai Elia yang diutus oleh Tuhan untuk menyelamatkan hidup seorang janda di Sarfat.

Seharusnya orang-orang Yahudi tahu bahwa sang Mesias saat itu sedang berada di depan mereka. Tidak semua orang bisa melihat kehadiran sang Mesias secara langsung dan menikmati kehadiran-Nya itu. Untuk menikmati semua itu dibutuhkan iman. Hanya kepada orang yang percaya, hanya kepada orang yang rindu kebenaran, hanya kepada orang yang sungguh-sungguh mencari kerajaan Allah dan kebenarannya, maka orang itu akan dapat menikmati kemuliaan Tuhan.

Mendengar apa yang dikatakan oleh Yesus, orang-orang yang ada di rumah ibadat itu menjadi sangat marah. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa terhadap Yesus, karena waktunya belum tiba. Dengan demikian kita bisa melihat pada akhirnya bahwa orang Nazaret adalah orang yang tidak beruntung. Mereka tidak bisa menikmati kasih dan kemurahan dari Tuhan.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *