Jelajah PB 158 (Markus 14:43-52)

Waktu Yesus sedang berbicara, muncullah Yudas bersama dengan serombongan orang yang membawa senjata lengkap. Sekelompok orang yang sering disebut, orang-orang penting Yahudi, yaitu imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua. Mereka ini sudah mewakili keseluruhan bangsa Yahudi secara resmi. Ketika kelompok orang ini bertindak untuk membinasakan Yesus, maka sebenarnya mereka sudah mewakili seluruh bangsa Yahudi untuk menolak Yesus sebagai Mesias. Raja Yahudi yang beberapa hari yang lalu disambut sebagai seorang raja, ketika Ia mengendarai keledai muda masuk ke kota Yerusalem dan dielu-elukan. Tetapi pada hari itu Raja itu ditolak.

Yudas memberikan tanda kepada serombongan orang tersebut, bahwa yang dia serahkan kepada mereka adalah orang yang dicium oleh Yudas. Yudas menyerahkan Yesus dengan ciuman. Yudas mengatakan kepada rombongan itu supaya membawa Yesus dengan selamat. Kemungkinan Yudas berpikir bahwa nanti Yesus pun akan bisa melepaskan diri dari mereka. Karena mungkin Yudas juga sering melihat bahwa Yesus bisa menghindari banyak bahaya yang mengancam saat melakukan pelayanan dan perjalanan bersama para murid. Ketika Yudas mendekat dan mencium Yesus, maka orang-orang tersebut segera memegang Yesus dan menangkap-Nya.

Salah seorang murid Yesus, yaitu Petrus, menghunus pedang. Di dalam injil Markus ini nampaknya Petrus tidak berani atau malu untuk menyebutkan namanya. Kita ingat bahwa injil Markus ini adalah kesaksian dari Petrus yang ditulis oleh Markus. Pedang itu dipakai untuk menetak hamba Imam Besar, sampai telinganya putus. Di bagian lain diceritakan bahwa Yesus mengambil telinga yang putus itu dan menyambungkannya kembali. Jika pada saat itu masih ada yang tidak percaya dengan Tuhan Yesus, maka orang tersebut memang sudah bebal. Orang itu mengalami mujizat yang ajaib di hari-hari akhir pelayanan Tuhan Yesus.

Mereka datang dengan membawa senjata lengkap untuk menangkap Tuhan Yesus. Yesus berkata bahwa itu adalah penggenapan dari apa yang sudah tertulis di dalam Kitab Suci. Yesus dianggap sebagai penyamun karena posisi kita sebagai orang yang berdosa yang ditempati oleh Yesus pada saat itu. Di dalam 2 Kor 5:21 dikatakan, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”  Tuhan Yesus tidak berdosa, tetapi diposisikan sebagai orang berdosa karena kita. Karena itu barangsiapa yang percaya kepada Tuhan Yesus akan menjadi orang benar, karena di hadapan Bapa, kita seperti orang yang telah dijatuhi hukuman, meskipun hukuman itu ditimpakan kepada Yesus.

Setelah Yesus ditangkap, maka para murid berpencar untuk melarikan diri. Petrus yang terkesan pemberani pun akhirnya menjadi tidak berani. Tidak ada lagi para murid yang bersama-sama dengan Dia. Dia ditinggalkan sendiri. Diceritakan di situ ada seorang muda yang mengikuti Yesus, tetapi dia pun akhirnya melarikan diri juga. Ini terjadi pada saat mereka sudah menuju ke rumah imam besar, sudah tidak ada di taman itu lagi. Tidak diceritakan siapa sebenarnya seorang muda ini. Ada beberapa penafsiran yang mengatakan bahwa orang muda itu adalah Markus, sehingga Markus tidak menjelaskan nama orang muda tersebut dalam injil ini.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *