Jelajah PB 132 (Markus 10:17-22)

Pada saat Yesus melanjutkan perjalanan, ada seseorang muda yang kaya, yang berlari mendapatkan Yesus. Sambil berlutut di hadapan Yesus, orang tersebut bertanya tentang apa yang harus ia perbuat supaya bisa memperoleh hidup kekal. Orang ini juga mengatakan bahwa Yesus adalah Guru yang baik. Yesus sendiri balik bertanya, mengapa orang itu mengatakan bahwa Yesus baik. Yesus melanjutkan perkataan-Nya bahwa tidak seorang pun yang berbuat baik selain dari pada Allah saja. Ketika Yesus berkata seperti ini, sebenarnya Yesus sedang menuntut supaya orang itu percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Seolah-olah Yesus bertanya kepada orang tersebut, “apakah engkau mengakui bahwa saya Tuhan?” Karena hanya Allah saja yang baik, sedangkan orang tersebut berani berkata bahwa Yesus adalah Guru yang baik.

Tetapi orang muda ini sepertinya tidak terlalu menanggapi apa yang Tuhan Yesus katakan. Kalau kita lihat pertanyaan orang muda ini, pertanyaan tersebut salah. Itu juga yang banyak dimengerti dan dipercayai oleh sebagian besar orang di dunia ini, bahwa masuk Sorga bisa melalui perbuatan atau usaha manusia. Karena itulah orang tersebut bertanya, apa yang harus ia perbuat untuk memperoleh hidup kekal. Sebenarnya tidak ada yang bisa kita perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal. Memperoleh hidup yang kekal hanya dengan jalan bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Dan itu bukan perbuatan, tetapi itu sikap hati kita. Jika posisi kita tetap percaya kepada Yesus dan setia kepada-Nya, itu adalah sikap hati atau ketetapan hati, bukan perbuatan.

Sebenarnya ada jalan lain untuk beroleh hidup kekal, yaitu melaksanakan hukum Taurat dengan sempurna. Tetapi hal tersebut tidak akan ada yang mungkin bisa melaksanakannya. Tetapi orang itu hebat sekali, dia menjawab bahwa semua hal yang disebutkan oleh Yesus, sudah dia lakukan sejak masa muda. Sepertinya hebat, tetapi kecenderungannya orang ini merasa diri hidup benar. Banyak orang sekarang ini seolah-olah sudah hidup baik, seolah-olah tidak berbuat dosa, seolah-olah perbuatannya sudah sempurna dan cukup untuk jalan masuk Sorga. Orang-orang yang seperti ini adalah orang-orang yang terlalu sombong. Yang perlu kita ketahui bahwa cukup satu dosa saja, kita tidak akan pernah bisa masuk ke Sorga. Sorga adalah tempat Tuhan yang Maha Suci. Tidak ada sedikit pun dosa di sana. Satu dosa saja, seseorang tidak mungkin dapat menghampiri Tuhan yang Maha Kudus.

Mendengar itu, Yesus memberikan tantangan lain kepada orang tersebut. Yesus berkata bahwa masih satu lagi kekurangan orang tersebut. Orang tersebut disuruh oleh Yesus untuk pergi, menjual semua miliknya, memberikannya kepada orang miskin, supaya dia memperoleh harta di Sorga. Setelah itu orang tersebut diundang datang kepada Yesus untuk mengikut Yesus. Yesus sedang menguji hati orang tersebut, apakah mau masuk Sorga melalui perbuatannya atau mau masuk Sorga melalui Yesus Kristus. Ternyata dia tidak menerima tantangan itu. Dia pergi meninggalkan Yesus dengan sedih hati, karena hartanya terlalu banyak.

Orang ini sebenarnya datang kepada Tuhan Yesus menuntut pembenaran. Dia terlalu sombong. Dia datang kepada Tuhan Yesus dan sengaja bertanya tentang sesuatu yang dianggapnya sudah bagus dan benar. Dia mengharap Tuhan Yesus memujinya di depan banyak orang. Dia sudah banyak melakukan perbuatan baik. Dia sudah menjalankan hukum Taurat, mendekati sempurna, menurut dia. Tetapi ternyata Tuhan Yesus berkata lain, tidak sesuai dengan yang diharapkannya. Tuhan Yesus melihat bahwa hartanya menjadi penghalang buat dia untuk datang kepada Tuhan.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *