Jelajah PB 128 (Markus 9:35-41)

Para murid Yesus yang berebut posisi itu memiliki sikap seperti anak-anak tetapi tidak memiliki hati seperti anak-anak. Yang perlu kita miliki adalah hati seperti anak-anak dan sikap seperti orang dewasa. Jika hal tersebut dibalik, maka semuanya akan menjadi kacau.

Yesus berkata bahwa jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, maka ia harus menjadi yang terakhir dari semuanya, menjadi pelayan bagi semua. Tuhan Yesus sedang memberitahukan tentang prinsip pelayanan-Nya yang sedang dikerjakan-Nya pada saa itu. Di dalam Tuhan, posisi orang percaya bukan menguasai dan memerintah, tetapi memberikan contoh dan teladan. Memberi kesaksian yang baik bagi orang-orang yang mendengar dan melihatnya. Kepemimpinan di dalam Tuhan seharusnya adalah keteladanan.

Untuk menjelaskan prinsip tersebut, Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka. Yesus memeluk anak tersebut dan memberikan pengajaran kepada para murid bahwa siapapun yang menyambut seorang anak seperti ini dalam nama Yesus, maka ia sebenarnya sedang menyambut Yesus. Barangsiapa menyambut Yesus, sebenarnya bukan Yesus yang disambut, tetapi yang disambut adalah Bapa di Sorga yang mengutus Yesus datang ke dunia sebagai manusia. Tuhan Yesus sedang mengajarkan kepada para murid supaya mereka belajar untuk melayani Tuhan dengan sebaik-baiknya. Barangsiapa melayani Tuhan dengan tulus dan sebaik-baiknya, maka secara otomatis mereka akan menjadi yang terbesar. Posisi terbesar tidak perlu direbut.

Di dalam Yohanes 12:26 dikatakan bahwa barangsiapa melayani Yesus, maka ia harus mengikut Yesus. Di manapun Yesus berada, maka disitupun pelayan itu akan berada. Barangsiapa melayani Tuhan Yesus, maka ia akan dihormati Bapa. Bukankah ini kesempatan dan penghargaan yang sangat luar biasa. Dihormati sesama manusia saja kita sudah bangga. Dihormati oleh seorang Presiden di dunia saja, kita pasti akan sangat bangga sekali. Apalagi, kita dihormati oleh Bapa, Penguasa semesta, Pencipta langit bumi dan segala isinya. Para murid telah salah ketika mereka berebut untuk menjadi yang paling besar dengan cara seperti anak kecil.

Mendengar semua itu, akhirnya para murid mengalihkan pembicaraan. Dikatakan oleh Yohanes bahwa para murid mencegah seseorang yang bukan pengikut Yesus mengusir setan dengan menggunakan nama Yesus. Tetapi Yesus justru berkata supaya para murid tidak mencegah orang tersebut. Orang tersebut kelihatannya simpati dan kagum dengan apa yang sudah dilakukan oleh Yesus. Orang itu mencoba untuk mempraktekkan apa yang dilakukan oleh Yesus.

Tuhan Yesus mau mengubah pandangan para murid, bahwa siapapun yang membantu dan terlibat dalam pelayanan dan pekerjaan yang dilakukan oleh Yesus di dunia ini, mereka tidak akan kehilangan upahnya. Ketika kita memberitakan Injil, ada orang-orang yang membantu kita secara tidak langsung, mereka tidak akan kehilangan upahnya. Ada orang-orang yang tidak bisa memberitakan Injil secara langsung, mereka mempersembahkan uangnya atau rumahnya atau kendaraannya untuk pemberitaan Injil. Orang-orang itu tidak akan kehilangan upahnya. Bahkan secangkir air pun diperhitungkan oleh Tuhan Yesus.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *