Jelajah PB 110 (Markus 5:21-43)

Tuhan kembali melakukan mujizat yang sangat hebat, untuk membuktikan bahwa Diri-Nya adalah Mesias yang dijanjikan oleh Tuhan. Ada seseorang yang bernama Yairus. Dia adalah kepala rumah ibadat. Pada saat sedang mencari Yesus, putri Yairus sedang sakit. Yairus mencari Tuhan Yesus supaya Yesus mau menyembuhkan anaknya yang hampir mati itu. Peristiwa ini sangat penting bagi perkembangan pelayanan Yesus selanjutnya, apalagi yang meminta tolong tersebut adalah seorang kepala rumah ibadat. Dia pastilah orang yang sangat terpandang. Tuhan Yesus ternyata mau untuk pergi ke rumah Yairus untuk menyembuhkan puterinya. Yesus nanti bukan hanya menyembuhkan puteri Yairus dari sakit, tetapi Yesus membangkitkannya dari antara orang mati. Yesus ingin supaya Yairus tetap yakin bahwa Yesus adalah Mesias, yang bukan hanya sanggup untuk menyembuhkan orang dari sakit penyakit, tetapi bisa juga membangkitkan orang dari kematian.

Di dalam perjalanan itu, Yesus pun bertemu dengan perempuan yang mengalami pendarahan selama dua belas tahun. Pastinya perempuan ini menderita dari berbagai sisi, baik menderita kesakitan, mungkin juga bangkrut karena uangnya dipakai untuk berobat ke banyak tempat, dan mungkin keluarganya juga sudah tidak menerima dia lagi, karena penyakitnya yang sangat lama tidak bisa sembuh. Perempuan ini mendengar tentang Yesus, dia mempunyai iman sendiri di dalam hati. Pasti perempuan ini sendiri tidak enak hati untuk memberitahu penyakitnya kepada banyak orang. Maka, dengan niat hati yang tulus, dia merencanakan untuk menjamah jubah Yesus. Keyakinan imannya membuat mujizat terjadi dalam dirinya. Ini adalah keyakinan iman yang sangat luar biasa di tengah-tengah banyak orang yang tidak percaya kepada Yesus, padahal mereka sudah sering melihat mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Yesus.

Pada saat terjadi mujizat atas perempuan yang mengalami pendarahan itu, Yesus sebenarnya tahu persis siapa yang sedang menjamah-Nya da menerima kesembuhan. Tetapi orang-orang yang mengikuti dan mengelilingi Yesus secara berdesak-desakan, mereka tidak tahu. Yang paling penting, Yesus sebenarnya ingin supaya Yairus mengetahui semua ini. Yesus ingin supaya perempuan yang mengalami kesembuhan itu bersaksi kepada semua orang yang ada di situ, terutama kepada Yairus, supaya iman Yairus tetap dikuatkan. Yesus sengaja bertanya kepada orang banyak itu, siapa yang sudah menjamah Yesus? Murid-Nya menjawab dengan terheran-heran, karena mereka menganggap pertanyaan Yesus tidak masuk akal. Mereka tahu bahwa pada saat itu orang berdesak-desakan dan pasti banyak yang menjamah jubah Yesus. Tuhan Yesus sengaja mencari-cari dan akhirnya perempuan itu segera mengaku. Dengan tersungkur dan gemetar di depan Yesus, perempuan itu dengan tulus memberitahukan dan menyaksikan segala sesuatu yang terjadi padanya.

Hal itu tentunya memperkuat iman Yairus, karena tidak lama kemudian ada orang-orang datang yang mengabarkan bahwa puteri Yairus meninggal. Tuhan mengendalikan suasana dan Tuhan Yesus ingin supaya Yairus benar-benar percaya kepada Tuhan. Yairus adalah seorang kepala rumah ibadat. Jika ia beriman kepada Tuhan Yesus, maka pengaruhnya akan banyak kepada orang-orang di sekitar rumah ibadat itu berada. Yesus menguatkan Yairus dan berkata, “Jangan takut, percaya saja!” Yesus tetap melanjutkan perjalanan ke rumah Yairus dan melakukan mujizat-Nya di sana.

Ini adalah salah satu dari tiga orang yang tercatat di Alkitab yang dibangkitkan oleh Tuhan Yesus. Masihkah kita meragukan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Mesias? Dia berkuasa atas apapun di dunia ini. Jika mujizat itu tidak terjadi pada kita pada saat ini, jangan takut dan percaya saja. Tetaplah percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, apapun yang terjadi dalam kehidupan kita.

Views: 31

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top