Pentateuch

Sensus Kedua (Jelajah PL 571)

Bilangan 26:1-10 Sensus atau perhitungan umat Israel sudah pernah dilakukan sebelumnya, tercatat di dalam Bilangan 1-4. Di pasal 26 ini merupakan sensus yang kedua. Sensus ini menjadi salah satu sebab, kitab ini dinamakan Bilangan, karena ada angka dan perhitungan yang dimunculkan. Ada perbedaan antara sensus pertama dengan kedua ini. Sensus kedua ini dilakukan sekitar tiga […]

Sensus Kedua (Jelajah PL 571) Read More »

Perang Rohani (Jelajah PL 570)

Bilangan 25:4-18 Karena masalah itu, maka Tuhan mendatangkan murka atas orang Israel yang telah berkompromi terhadap praktik penyembahan berhala itu. Tuhan memberi perintah kepada Musa untuk menangkap semua orang yang mengepalai bangsa itu. Mereka dihukum dengan cara dibinasakan dan dimusnahkan. Hukumannya juga dilakukan di tempat yang terang. Kesalahan mereka sangat fatal dan berbahaya bagi yang

Perang Rohani (Jelajah PL 570) Read More »

Bahaya Kompromi (Jelajah PL 569)

Bilangan 25:2-3 Pola atau strategi Bileam ini seringkali dipakai oleh Iblis sampai saat ini. Tantangan atau tekanan dari luar tidak serta merta bisa melemahkan iman. Tetapi ketika umat Tuhan bisa dipengaruhi untuk berbuat dosa atau berkompromi dengan dosa, maka akan melemahkan umat itu. Di dalam Wahyu 2:14 dikatakan, “Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau:

Bahaya Kompromi (Jelajah PL 569) Read More »

Kelicikan Bileam dan Balak (Jelajah PL 568)

Bilangan 25:1-3 Orang Israel yang tinggal di Sitim, dipengaruhi untuk menikah dengan perempuan-perempuan Moab. Para perempuan Moab ini merayu orang Israel untuk memberikan korban sembelihan kepada allah yang disembah oleh orang negeri Moab. Sesembahan orang Moab disebut Baal-Peor. Para perempuan Moab ini sepertinya memang diberdayakan untuk menarik para pemimpin Israel untuk menyembah Baal-Peor. Dengan cara

Kelicikan Bileam dan Balak (Jelajah PL 568) Read More »

Bangsa di Sekeliling Israel (Jelajah PL 567)

Bilangan 24:14-25 Bileam cukup kecewa ketika diusir oleh Balak. Karena itu, sebelum Bileam kembali ke tempatnya, ia masih mengatakan satu nubuatan tambahan. Bileam menggambarkan dirinya yang kenal dengan Tuhan yang disembah oleh orang Israel, yaitu Yehova. Bileam bisa bercakap-cakap dengan Tuhan. Tetapi pengenalan ini ternyata tidak membawanya pada keselamatan. Pengenalan Bileam kepada Tuhan bukan bersifat

Bangsa di Sekeliling Israel (Jelajah PL 567) Read More »

Scroll to Top