Jelajah PB

Jelajah PB 255 (Lukas 16:10-13)

Di sini Tuhan Yesus masih melanjutkan pengajarannya mengenai Mamon. Jika kita tidak setia memanfaatkan Mamon yang tidak jujur (Mamon yang bisa menjerat) ini untuk menjalin persahabatan dengan pemilik kemah abadi, tidak setia memakainya untuk pelayanan dan pekerjaan Tuhan, maka kita tidak akan pernah mendapatkan harta yang sesungguhnya. Harta yang sesungguhnya adalah yang ada di sorga. […]

Jelajah PB 255 (Lukas 16:10-13) Read More »

Jelajah PB 254 (Lukas 16:1-9)

Kunci dari perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur ini ada di ayat 9, yang berkata, “Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.” Mamon ini adalah dewa kekayaan atau dewa uang (materi). Kita bisa mengikat persahabatan dengan

Jelajah PB 254 (Lukas 16:1-9) Read More »

Jelajah PB 253 (Lukas 15:25-32)

Bangsa Israel seharusnya menjadi bangsa yang menyinari semua bangsa lain di muka bumi ini. Tetapi ternyata mereka tidak melakukannya, tidak mau menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran. Mereka tidak membagikan kebenaran yang mereka miliki. Ada bangsa-bangsa lain, seperti anak bungsu dalam perumpamaan, yang datang sendiri kepada bapa, kepada Tuhan. Seperti ratu Syeba pada zaman Salomo

Jelajah PB 253 (Lukas 15:25-32) Read More »

Jelajah PB 252 (Lukas 15:11-24)

Perumpamaan pertama menceritakan tentang domba yang sesat, perumpamaan yang kedua tentang dirham yang hilang, dan sekarang perumpamaan yang ketiga, orang yang hilang. Kita bisa lihat nanti di dalam perumpamaan ini, pertama anak bungsu yang hilang, tetapi kemudian ganti anak sulung yang hilang. Ada seorang bapak yang mempunyai dua anak laki-laki. Yang bungsu minta supaya bapaknya

Jelajah PB 252 (Lukas 15:11-24) Read More »

Jelajah PB 251 (Lukas 15:8-10)

Tuhan Yesus memakai perumpamaan kedua untuk menyindir orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Kali ini menggunakan perumpamaan seorang perempuan yang memiliki dirham. Perempuan ini kehilangan satu dari sepuluh dirham yang dia miliki. Maka perempuan ini pasti mencari dengan susah payah dan cermat sampai menemukannya. Jika perumpamaan tentang domba tadi perbandingannya adalah satu dibanding seratus, perumpamaan

Jelajah PB 251 (Lukas 15:8-10) Read More »

Scroll to Top