Injil

Jelajah PB 204 (Lukas 7:11-17)

Mungkin menjadi pertanyaan bagi kita, jika pada zaman Tuhan Yesus banyak orang disembuhkan, mengapa hari ini banyak orang tidak mengalami mujizat? Mereka tidak sembuh dengan segera, banyak manusia yang menderita di rumah sakit untuk mempertahankan hidupnya? Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, maka dunia ini mulai penuh dengan sakit penyakit. Sakit penyakit ini memberitahukan kepada […]

Jelajah PB 204 (Lukas 7:11-17) Read More »

Jelajah PB 203 (Lukas 7:1-10)

Ketika Tuhan Yesus melakukan mujizat, tujuannya bukan untuk memperlihatkan kuasa semata, tetapi untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias, yang telah dinubuatkan oleh para nabi di Perjanjian Lama. Sebenarnya, bagi orang-orang Yahudi pada waktu itu sangat mudah untuk mengenali Mesias, yaitu seseorang yang datang dan dapat melakukan banyak tanda dan mujizat yang ajaib. Demikian juga dengan

Jelajah PB 203 (Lukas 7:1-10) Read More »

Jelajah PB 202 (Lukas 6:46-49)

Ada dua orang yang sama-sama mendengar firman Tuhan. Orang itu diumpamakan sebagai orang-orang yang sedang mendirikan bangunan (rumah). Perbedaannya, yang satu adalah orang yang bijaksana, yaitu orang yang mendengarkan firman Tuhan lalu melakukannya dengan sungguh-sungguh. Sedangkan yang satu adalah orang yang bodoh, yang juga mendengarkan firman Tuhan tetapi tidak melakukannya dengan sungguh-sungguh. Orang yang kedua

Jelajah PB 202 (Lukas 6:46-49) Read More »

Jelajah PB 201 (Lukas 6:43-45)

Tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Di ayat ini, tidak menekankan tentang jumlah dari buah tersebut, tetapi lebih menekankan kualitas dari buah. Jika firman Tuhan yang kita tahu adalah benar, maka moral kita pasti baik. Jika kita

Jelajah PB 201 (Lukas 6:43-45) Read More »

Jelajah PB 200 (Lukas 6:41-42)

Sebagai orang percaya kita harus belajar untuk tidak terburu-buru menilai orang lain. Janganlah kita seperti orang Farisi dan para ahli Taurat yang mudah sekali menghakimi orang lain, sedangkan mereka mempunyai perilaku yang tidak terpuji, tidak sesuai dengan yang mereka ajarkan. Karena itu Tuhan Yesus ingin supaya kita terlebih dahulu melihat diri kita sendiri serta membereskan

Jelajah PB 200 (Lukas 6:41-42) Read More »

Scroll to Top