Menuju Kedewasaan (1) – Youth

Efesus 4:11-16

*****
11-Dan ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12-untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13-sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14-sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15-tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16-Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, – yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota – menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.
*****

Tujuan kehidupan kita bukanlah kesempurnaan, tetapi menuju kedewasaan. Dalam perjalanan kehidupan kita, jangan mencari pasangan yang sempurna: suami atau istri yang sempurna. Kita tidak akan pernah menemukannya. Tidak ada gereja yang sempurna, tidak ada gembala jemaat yang sempurna. Jika kita melihat ada gereja yang sempurna, ketika kita masuk gereja itu, maka gereja itu menjadi tidak sempurna lagi, karena kita masuk ke dalamnya.

Banyak orang memiliki kriteria pasangan hidup. Mencari yang ideal dan yang sempurna. Pada saat itu, kita sedang menuntut banyak orang lain, sementara kita sendiri tidak sempurna. Lebih mudah bagi kita untuk menuntut kesempurnaan dari orang lain, daripada dari diri kita sendiri. Terkadang kita membayangkan memiliki hidup di masa depan yang sempurna, tetapi itu pun tidak mudah kita gapai, bahkan mustahil.

Menjadi tua itu otomatis akan terjadi, pada siapa saja yang diberi kesempatan untuk hidup lama di dunia ini. Tetapi menjadi dewasa, itu adalah pilihan dan keputusan pribadi. Kedewasaan dimulai dari keberanian seseorang untuk mengambil tanggungjawab. Karena itu kita bisa mendapati ada orang yang sudah berusia cukup tua, tetapi tidak dewasa. Di saat bersamaan, kita bisa mendapati orang yang berusia relatif muda tetapi memiliki kedewasaan.

Seringkali di berbagai bidang, kita mendapati ada orang-orang yang berusia relatif tua tetapi belum dewasa, sedang memegang posisi atau peranan penting. Mereka memiliki otoritas yang besar. Jika ada hal yang tidak sesuai terjadi, di akan mencari kesalahan orang lain di sekitarnya. Kita tidak bisa mengendalikan itu semua. Yang bisa kita kendalikan hanya diri kita sendiri. Kita bisa merespon keadaan tersebut, dengan cara mengontrol diri sendiri.

Berbagai macam pengajaran dan tekanan hidup akan selalu ada. Jika hidup kita masih seperti anak-anak, maka kita akan sangat mudah untuk diombang-ambingkan. Karena itu, kita perlu bertumbuh dalam satu keluarga, dengan satu pengajaran yang bisa kita dengar dengan baik. Itu yang akan menolong kita untuk hidup dewasa. Ada banyak ragam pengajaran kekristenan di media sosial, bercampur aduk sedemikian rupa, yang seringkali membuat kita kebingungan. Kita harus hidup di dalam satu keluarga, sampai memiliki kedewasaan yang penuh.

Di dalam kehidupan manusia, ada beberapa fase atau tahapan yang dilalui. Pertama adalah fase ketergantungan. Pada saat kita lahir, kita akan dibantu oleh orang lain. Jika tidak dibantu, maka kita akan mati. Tahap kedua adalah proses belajar mandiri. Kita mungkin masih tergantung pada orang lain, tetapi dengan kadar yang berbeda. Satu sisi kita masih perlu pertolongan orang lain, tetapi di sisi lain kita sudah bisa mengambil keputusan sendiri dan bertanggungjawab atas diri sendiri. Tahap ketiga, kita sudah benar-benar mandiri dan siap untuk membantu orang lain untuk bisa mandiri seperti kita. Kita sudah mencapai kedewasaan penuh dan siap untuk menolong orang lain untuk mencapai kedewasaan mereka.

Sampai di mana fase kita saat ini?

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *