Ketika Hidup Goyah

Rut 1:1-22

Orang yang sudah percaya kepada Tuhan belum tentu bisa mempunyai hidup yang enak secara dunia. Ini terjadi pada kehidupan Naomi. Untuk menghindari bencana kelaparan di Yehuda, keluarga Naomi pindah ke Moab. Di Moab, Naomi ditinggal mati oleh suaminya, dan kemudian ditinggal mati juga oleh kedua anak lelakinya. Dalam budaya mereka, kaum perempuan bergantung penuh kepada laki-laki. Hidup mereka pasti menjadi sangat goyah.

Dalam keadaan seperti itu, Naomi mempunyai inisiatif untuk kembali ke Yehuda. Di Yehuda ada harapan, karena dikatakan di ayat 6, ‘Tuhan telah memperhatikan umatNya dan memberikan makanan kepada mereka’. Naomi mendengar berita bahwa kelaparan di Yehuda sudah berakhir.

Di dalam perjalanan, Naomi memberikan kesempatan kepada kedua menantunya untuk kembali ke keluarga mereka masing-masing. Orpa kembali, sedangkan Rut mengikuti mertuanya. Di ayat 16-17, Rut memperlihatkan kesetiaannya kepada mertuanya. Bahkan secara tidak langsung, Rut juga memperlihatkan imannya kepada Tuhan Jehova (Tuhan Israel).

Jika kita baca sampai pasal 4, terjadi pembalikan keadaan. Dari keadaan Naomi dan Rut yang mengalami kegoncangan hidup, berbalik menjadi sukacita yang luar biasa. Sukacita terbesar dari Naomi dan Rut adalah mereka mendapat kesempatan untuk menjadi jalur keturunan Mesias. Rut akhirnya mempunyai anak laki-laki yang bernama Obed, kakek raja Daud.

Dari kisah ini, kita bisa belajar beberapa prinsip penting yang harus kita lakukan pada saat hidup kita goyah dan tergoncang:

  1. Tidak putus asa. Hal-hal pahit boleh menimpa hidup kita, tetapi jangan sampai kita tinggal dalam kepahitan. Naomi tetap melayani orang lain (menantunya) dan berusaha membahagiakan sesamanya. Naomi mencarikan pasangan untuk Rut.
  2. Tetapi setia. Belajar dari Rut yang tetap setia, walaupun dia sendiri tidak tahu dengan pasti apa yang akan terjadi di depan. Tetapi dia tetap setia kepada mertuanya (ayat 17) dan beriman kepada Tuhan Jehova.
  3. Hubungan mertua dan menantu yang baik dan bisa di contoh. Dalam keadaan kegoncangan hidup yang berat, mertua dan menantu tetap kompak. Tidak saling menyalahkan, bahkan saling mengasihi.
  4. Tetap bekerja keras. Jika kita lihat, Naomi dan Rut bukanlah orang yang mudah menyerah. Mereka tetap bekerja keras. Naomi dan Rut tetap melanjutkan kehidupannya dengan bersemangat.

Mungkin masih banyak hal-hal lain yang bisa kita pelajari dari kisah ini. Kita bisa melihat bahwa, kesulitan itu selalu ada. Kuncinya, tinggal tanggapan (respon) kita terhadap kesulitan tersebut. Kisah ini mengajarkan kita tetap optimis dan berpikir positif, sehingga banyak yang bisa kita lakukan.

John Piper berkata, “dalam semua kesusahan hidupmu sebagai orang percaya, Tuhan sedang merencanakan sukacitamu.”

Tuhan Yesus memberkati, Maranatha!

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *