Hidup Berdamai Sebagai Anak-Anak Terang

Efesus 5:6-13

Jemaat Efesus berada di kota perdagangan dan pendidikan. Efesus merupakan kota yang banyak dihuni oleh orang-orang yang berpendidikan. Banyak dari mereka pandai berdebat dan berpidato. Jemaat Efesus sebagian besar berasal dari kalangan non Yahudi. Sebagian jemaat merasa gelisah terkait pengajaran-pengajaran yang banyak menyimpang dari firman Tuhan. Munculnya banyak pengajaran yang saling bertentangan tersebut menimbulkan kerentanan perpecahan dan konflik di jemaat Efesus.

Karena hal tersebut, kehidupan berjemaat di Efesus bisa menjadi contoh penting bagi gereja masa kini untuk mempertahankan pengajaran yang sesuai dengan firman Kristus sekaligus menjaga kedamaian di dalam jemaat.

Kita sebagai anak-anak terang harus bisa menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk menemukan hikmat Tuhan, bisa membedakan mana yang benar dan yang salah, mana yang gelap dan yang terang, mana yang bodoh dan bijaksana. Karena waktu-waktu ini adalah waktu yang jahat. Tekun belajar firman Tuhan dan mendiskusikannya dalam keluarga seharusnya menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Kristen saat ini. Karena hal ini mulai ditinggalkan dan digantikan dengan teknologi komunikasi. Salah satu ciri jemaat Mennonite  adalah kegemaran berkumpul di dalam keluarga-keluarga untuk belajar firman Tuhan dan mendiskusikannya sambil makan bersama.

Jemaat juga harus berhati-hati dengan berbagai pengajaran yang ada. Tidak semua pengajaran yang mengatasnamakan Yesus dan kekristenan merupakan firman Tuhan. Jemaat saat ini bisa mengakses, menonton, membaca dan mendengarkan berbagai macam pengajaran melalui internet. Hampir sebagian besar selalu dibungkus dengan kata-kata rohani. Jika semuanya itu diterima dengan mentah-mentah, maka akan membuat kebingungan. Itulah pentingnya jemaat tetap harus diajar di dalam gereja lokal, supaya bisa tetap bertumbuh bersama, bukan bertumbuh masing-masing. Kehidupan yang rukun dalam jemaat juga terletak pada pijakan kebenaran firman Tuhan, bukan pada pengalaman dan kesaksian pribadi.

Jemaat Efesus diserukan untuk menjadi berkat supaya orang lain dapat memuliakan Tuhan dalam hidup mereka. Hal tersebut harus dimulai dari hidup yang memancarkan terang. Dengan cara menjauhkan diri dari perilaku dan kebiasaan duniawi yang cenderung cemar. Ketika kita menjauhkan diri dari hal-hal tersebut, maka kita akan hidup dalam tatanan moral yang diterangi oleh firman Tuhan.

Hendaklah kedamaian hidup umat terlihat dalam kehidupan yang dipenuhi oleh Roh Tuhan. Hidup dipenuhi dengan perkataan positif, jauh dari berbagai tindakan yang bodoh dan merugikan orang lain. Hidup penuh dengan puji-pujian dan nyanyian rohani serta mazmur. Jadilah terang dan berkat bagi banyak orang. Dengan demikian kita telah menjadi anak-anak terkasih Tuhan, terang yang penuh dengan kedamaian.

Tuhan Yesus memberkati, Maranatha!

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *