Injil Petrus (Jelajah PB 988)

1 Petrus 5:10-13

Tuhan adalah sumber kasih karunia. Ia telah memanggil kita dalam Yesus Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal. Dia yang akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kita semua, setelah jemaat pada waktu itu telah sekian lama menderita karena kebenaran di dalam Yesus Kristus. Tuhan telah memberikan kelengkapan dalam hal firman Tuhan. Firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab adalah kepastian yang patut untuk diyakini. Di dalam firman itu, kita diteguhkan, dikuatkan dan dikokohkan dalam iman. Dengan demikian, diharapkan kita sanggup untuk menghadapi apapun juga yang akan terjadi, ketika kita ada di dalam Yesus Kristus.

Mungkin saat ini kita belum sampai menderita karena kebenaran. Jika suatu saat kita diizinkan untuk menderita, maka firman Tuhan ini yang seharusnya meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan iman kita. Pandangan kita harus terus terarah kepada-Nya. Dialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya. Jika kita mengalami penderitaan karena kebenaran, penderitaan itu hanya sementara. Kita telah mendapatkan kepastian hidup kekal, ketika kita sudah sungguh-sungguh di dalam Dia.

Petrus menulis surat ini bersama dengan Silwanus. Petrus memang memiliki keterbatasan dalam hal menulis, karena latar belakangnya nelayan. Tetapi hal tersebut tidak membatasinya untuk menuliskan ilham Roh Kudus, untuk menasihati dan menguatkan jemaat. Petrus adalah seorang Yahudi, yang sangat mungkin terbatas jika harus menuliskan surat dalam bahasa Yunani. Tetapi dari ayat ini kita bisa melihat bahwa dalam menuliskan surat ini, Petrus dibantu oleh Silwanus. Petrus yang mendapatkan ilham dari Roh Kudus dan Silwanus yang menjadi editornya. Bisa jadi Petrus yang mengucapkan ilham dari Roh Kudus itu dan Silwanus yang membantu menulisnya.

Tujuan tulisan Petrus ini adalah untuk menasihati dan meyakinkan jemaat, bahwa orang-orang percaya berada di dalam kasih karunia Tuhan. Kita harus sungguh-sungguh berdiri teguh di dalam kasih karunia Tuhan. Jika kita sungguh-sungguh memahami bagaimana kita dulu sebelum bertobat, kemudian membandingkan dengan diri kita hari ini yang sudah menjadi orang percaya dan manusia baru, maka kita bisa menyadari akan kasih karunia Tuhan yang sangat besar. Kita mungkin tidak bisa membayangkan betapa kasih Tuhan itu mengalir dalam hidup kita, sehingga kita menjadi orang yang berbeda, orang yang memuliakan Tuhan. Kita dulu sepatutnya adalah orang yang dihukum, tetapi sekarang kita sudah diselamatkan.

Terlebih surat ini sebenarnya ditujukan kepada para penatua atau gembala yang sudah melayani Tuhan, maka kita dituntun untuk melayani dengan segenap hati. Pelayanan itu menjadi ucapan syukur kita kepada Tuhan, karena kasih karunia-Nya yang tidak terukur itu. Pelayanan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk hidup berkenan di hadapan Tuhan.

Dalam surat ini, Petrus juga menyampaikan salam kepada jemaat yang ada di Babilon (kota Roma). Petrus memberitahukan bahwa Markus ada bersama-sama dengan Petrus pada waktu itu. Karena itulah Injil Markus ditulis hampir bersamaan dengan surat ini dan tulisan Markus sebenarnya bersumber dari informasi yang disampaikan oleh Petrus. Injil Markus memang singkat dan terkesan tidak sistematis, karena seperti itulah gaya dari Petrus. Karena itulah Injil Markus hampir juga disebut sebagai Injil Petrus.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *