Bersukacita Dalam Penderitaan (Jelajah PB 985)

1 Petrus 4:12-19

Di dalam sejarah kekristenan, sudah banyak sekali pahlawan iman yang mati di dalam kebenaran. Banyak juga di antara mereka mati dengan cara dibakar hidup-hidup. Karena itu Petrus berkata bahwa kita tidak perlu heran karena terjadi siksaan dalam wujud nyala api. Semuanya itu adalah ujian yang diizinkan oleh Tuhan. Kaum Anabaptis menjadi kaum yang paling banyak menerima siksaan-siksaan seperti ini. Kaum ini bukan hanya menerima siksaan dari pemerintahan Romawi, tetapi juga menerima siksaan dari orang Kristen sendiri.

Jika mengalami hal tersebut, Petrus mengajak untuk bersukacita. Hal itu telah menjadi bagian yang didapatkan dalam penderitaan Kristus. Orang-orang tersebut telah mendapatkan kesempatan untuk mati bagi Kristus. Dengan demikian, kita juga akan bergembira serta bersukacita, ketika Tuhan Yesus Kristus datang pada saat Ia menyatakan kemuliaan-Nya. Ketika kita masuk Surga, kita tidak akan menerima upah atau kemuliaan yang sama. Orang Kristen yang sudah berjuang sangat kuat ketika di dunia, ia pasti akan menerima upah lebih. Perjuangan yang dilakukan bukanlah perjuangan hidup, tetapi perjuangan untuk memberitakan Injil dan menyatakan kebenaran Tuhan, sampai ia mengalami penderitaan atas semua yang telah ia lakukan itu.

Petrus memberi kekuatan kepada pembaca surat ini supaya berbahagia, meskipun mereka dinista karena nama Yesus Kristus. Roh kemuliaan dan Roh Tuhan ada pada orang-orang yang menyatakan kebenaran Kristus. Jangan sampai ada orang Kristen yang menderita sebagai pembunuh atau pencuri, atau penjahat atau pengacau. Jika kita menderita sebagai orang Kristen karena kebenaran, kita tidak boleh malu. Kalau kita ditangkap atau disiksa karena kebenaran, maka kita sedang memuliakan Tuhan dalam nama Yesus Kristus. Sepertinya Petrus menulis ini juga untuk mengantisipasi dirinya sendiri. Sepertinya tidak lama sesudah ia menulis surat ini, dia ditangkap dan kemudian disalibkan dengan posisi kepala di bawah.

Sudah saatnya penghakiman itu dimulai. Penghakiman itu dimulai dari rumah Tuhan sendiri. Penghakiman itu dimulai pada kita, sebagai orang percaya. Jika kita saja, yang sudah percaya kepada Yesus Kristus, tidak luput dari penghakiman, apalagi orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus. Jika ada orang benar yang hampir-hampir tidak diselamatkan, maka yang terjadi terhadap orang fasik dan orang berdosa akan lebih parah. Dari sini kita melihat bahwa seleksi masuk Surga itu sangat ketat. Bahkan orang benar saja ada yang hampir tidak selamat.

Kita bisa melihat bahwa penghakiman itu akan berlangsung sangat dahsyat. Karena itu, mereka yang menderita karena kehendak Tuhan, sebaiknya menyerahkan jiwanya kepada Tuhan. Kesempatan demi kesempatan diberikan kepada kita untuk melakukan hal-hal yang baik di hadapan Tuhan. Tuhan Yesus juga memberikan perintah kepada kita untuk memikul salib kita sendiri. Mau tidak mau, maka kita perlu mempersiapkan diri sebaik-baiknya, apapun yang terjadi dalam hidup kita. Jika kita tidak mendapat kesempatan untuk menderita di dunia ini karena Kristus, maka kita patut bersyukur akan hal itu. Bukan berarti kita santai dan tidak menyatakan kebenaran. Justru kita harus makin giat, karena kesempatan yang baik telah diberikan kepada Tuhan, sehingga kita bebas untuk memberitakan Injil dan menyatakan kebenaran firman Tuhan kepada lebih banyak orang, tanpa harus takut dengan penderitaan atau ancaman.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *