Bersumpah atau Memuji Tuhan? (Jelajah PB 968)

Yakobus 5:12-13

Yang utama yang perlu kita perhatikan adalah jangan sampai kita bersumpah demi apapun juga, demi Surga maupun bumi, atau demi apapun juga. Jika ya harus kita katakan ya, jika tidak harus kita katakan tidak. Jangan sampai karena bersumpah, maka kita terkena hukuman. Orang Kristen harus dikenal sebagai orang yang jujur dan berintegritas. Jika kita terbiasa untuk jujur dan berintegritas, maka kita tidak perlu bersumpah. Berintegritas artinya ada persamaan antara perkataan dengan tingkah laku. Jika kita terbiasa jujur, maka tidak akan ada orang yang menuntut supaya kita bersumpah.

Orang biasanya dituntut bersumpah, karena orang tersebut memang susah atau tidak dapat dipercaya. Orang yang menuntut kita bersumpah, berarti orang tersebut tidak percaya sepenuhnya kepada kita. Dari hal ini kita bisa melihat bahwa kepercayaan seseorang terhadap kita itu sangat mahal harganya. Apalagi jika seseorang sudah terkenal tidak berintegritas, maka biasanya diperlukan jaminan, jika orang tersebut mengatakan sesuatu atau berjanji tentang sesuatu. Jika orang Kristen dikenal tidak jujur atau tidak suka menepati janji, tentu tidak baik bagi kekristenan itu sendiri. Orang tersebut bisa menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Jika ada seorang di antara kita menderita, maka baiklah kita berdoa. Dukungan doa dari saudara seiman itu sangat penting, apalagi jika didoakan di dalam jemaat yang adalah tubuh Yesus Kristus. Di sisi lain, kita juga meminta hikmat dari Tuhan supaya dapat menolong sesama kita yang menderita tersebut. Bisa jadi penderitaan saudara kita tersebut bisa diringankan oleh tindakan kita. Tuhan bisa saja memakai kita untuk menjadi saluran berkat bagi saudara kita yang sedang menderita. Tuhan menolong umat-Nya bukan dengan cara yang membuat kita malas, tetapi menolong kita dengan berbagai macam hal atau perantara, yang membuat kita tidak hanya menegadahkan tangan.

Jika ada di antara kita yang bergembira, baiklah kita memuji Tuhan. Yang perlu kita perhatikan, jangan sampai kegembiraan ini dibawa ke hal-hal yang duniawi. Masih banyak cara yang bisa kita lakukan untuk bergembira, yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Menaikkan syukur dan pujian merupakan cara yang baik dan tepat untuk bergembira. Kita bisa menyanyi dengan lagu yang menyenangkan hati Tuhan. Nyanyian yang menyenangkan hati Tuhan tentu berisi kata-kata atau lirik yang sesuai dengan firman Tuhan. Demikian juga kita perlu memilih irama musik yang benar, irama musik pengagungan, bukan irama musik rock sensual. Kita perlu menyadari bahwa irama musik itu memiliki makna dan maksud tertentu. Irama musik itu tidak netral. Irama musik bisa dipakai untuk hal yang baik maupun yang tidak baik. Irama musik bisa mempengaruhi seseorang dengan sangat kuat.

Irama musik tidak hanya dipakai di dalam gereja, untuk memuji Tuhan. Irama musik di dunia ini juga dipakai oleh orang-orang duniawi untuk maksud dan tujuan tertentu. Kita juga harus sadar bahwa irama musik juga seringkali dipakai oleh Iblis untuk mempengaruhi hal-hal yang tidak baik. Boleh juga ketika kita menyanyikan lagu rohani, kita pahami benar-benar kata-kata yang ada serta iringan musik yang menyertainya. Intinya, nyanyian atau pujian itu seharusnya bisa dipakai untuk pengagungan atau penghormatan kepada Tuhan. Seseorang yang menyanyikan lagu Indonesia Raya, jika dinyanyikan dengan benar, akan menunjukkan penghormatan kepada negara Indonesia. Jika irama musiknya diubah dengan lirik yang sama, misalnya diubah menjadi dangdut, maka esensi penghormatan itu akan hilang.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *