Pengajaran Pokok Iman Kristen (Jelajah PB 850)

1 Timotius 4:6

Jemaat saat ini memang sangat perlu untuk mengerti atau terdidik dalam soal-soal pokok iman kekristenan. Jemaat seharusnya mengerti tentang pengajaran keselamatan yang diajarkan oleh Alkitab. Kita mengerti tentang karya penyelamatan yang dilakukan oleh Yesus Kristus, mulai dari janji Tuhan pada saat manusia jatuh ke dalam dosa, sampai penyaliban dan kebangkitan Yesus Kristus. Kita pun seharusnya sudah yakin dengan kepastian keselamatan. Pengajaran keselamatan adalah pusat dari kekristenan. Kita juga perlu mengerti pengajaran mengenai Alkitab, yang menjadi dasar bagi semua pengajaran Kristen. Pengajaran dan pengenalan tentang Alkitab adalah dasar dari kekristenan. Selanjutnya jemaat juga mengerti tentang pengajaran mengenai gereja.

Kita bisa mengajarkan atau menyaksikan keselamatan kita, jika kita sendiri sudah yakin dengan keselamatan yang kita terima dari Tuhan. Jika kita tidak yakin dengan keselamatan kita, maka kita pun tidak akan pernah memberitakan keselamatan itu kepada orang lain. Keselamatan menjadi sesuatu yang tidak menarik sama sekali, karena kita pun belum memiliki kepastian keselamatan atau pengharapan masuk surga. Demikian juga jika pengetahuan atau pengenalan mengenai Alkitab tidak lengkap, maka kita pun akan sulit untuk menjadi saksi serta tidak akan bisa bertumbuh di dalam iman. Pemahaman jemaat mengenai gereja juga penting, karena gereja diberi tugas oleh Tuhan untuk menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran bagi dunia ini. Ada hal-hal yang perlu kita lakukan pada saat kita bersekutu bersama di dalam jemaat. Gereja perlu diatur sedemikian rupa, sehingga bisa bermanfaat sebagaimana mestinya. Jika perusahaan duniawi saja diatur dengan sedemikian rupa, maka gereja pun yang adalah tubuh Yesus Kristus, pasti juga diatur dengan lebih baik.

Tulisan Paulus yang dikirim kepada Timotius ini merupakan salah satu surat yang berisi tentang aturan yang seharusnya dilaksanakan di dalam gereja atau jemaat. Gereja menjadi pintu bagi kekristenan. Orang-orang di dunia ini akan dapat belajar mengenai kekristenan, seharusnya melalui pengajaran yang dilaksanakan di gereja. Tuhan tidak membentuk persekutuan-persekutuan doa. Tuhan juga tidak membentuk institusi lain untuk mengajarkan firman-Nya. Tuhan membentuk jemaat atau gereja, sebagai tubuh-Nya, sekaligus sebagai sarana untuk menjadi pemberita Injil dan bertumbuh bersama-sama.

Paulus menginginkan supaya Timotius benar-benar terdidik dalam soal-soal pokok iman. Ini menjadi dasar atau pondasi bagi pengajaran kekristenan selanjutnya. Setelah itu, jemaat yang dilayani dan digembalakan juga harus diajarkan mengenai soal-soal pokok iman ini, sehingga pemberitaan Injil menjadi efektif. Timotius perlu mengerti dan melakukan semuanya ini dengan baik. Dia harus menguasai pengajaran-pengajaran dasar dan utama dari kekristenan. Dia juga harus mengajarkan semua pengajaran itu kepada jemaat, sehingga semua jemaat menguasainya dengan baik. Semua pengajaran ini berupa pengajaran sehat.

Bagaimana dengan kita yang membaca renungan ini, apakah kita sudah mengerti tentang pengajaran (doktrin) mengenai keselamatan, Alkitab dan gereja dengan baik? Ataukah kita sendiri belum memiliki kepastian keselamatan, belum memiliki kepastian masuk surga. Jika kita ditanya jika hari ini kita mati, apakah kita bisa menjawab, ke mana kita akan pergi? Alasannya apa kita pergi ke surga atau ke neraka? Semuanya itu bisa dijawab dengan tegas dalam keyakinan yang jelas dan sehat, ketika kita sudah mengerti kebenaran mengenai keselamatan yang telah disediakan oleh Tuhan.

Views: 30

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top