Kasih Persaudaraan (Jelajah PB 817)

1 Tesalonika 4:9-12

Setelah memberikan nasihat mengenai hidup kudus dan percabulan, selanjutnya Paulus berbicara tentang kasih persaudaraan. Mengenai kasih persaudaraan di dalam Kristus, Paulus tidak membahas lebih dalam. Paulus tahu bahwa jemaat di Tesalonika telah belajar kasih mengasihi dari Tuhan. Setiap orang yang sungguh-sungguh bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus, ia adalah saudara kita di dalam Tuhan. Dari manapun mereka berasal, di gereja manapun mereka bergabung, mereka adalah sudara kita di dalam Tuhan. Pengajaran mengenai keselamatan yang benar dan tepat, akan membuat orang siap untuk dilahirkan kembali. Tetapi jika pengajaran mengenai keselamatan tidak jelas, maka orang pun tetap ragu-ragu akan status keselamatan atau jaminan keselamatan kekalnya.

Kasih persaudaraan akan lebih erat jika hal-hal yang dipahami sepikir dan yang diyakini sama. Jika kita satu keyakinan dan satu pengajaran, seharusnya kasih persaudaraan semakin erat. Apalagi jika bergabung dalam satu jemaat yang adalah satu tubuh Yesus Kristus, harusnya semakin erat. Ternyata kasih persaudaraan yang diberikan oleh jemaat di Tesalonika telah melampaui wilayah Tesalonika itu sendiri. Kasih persaudaraan itu dilakukan juga kepada saudara seiman di seluruh wilayah Makedonia. Paulus menasihati jemaat di Tesalonika supaya lebih sungguh-sungguh lagi dalam melakukan kasih persaudaraan itu.

Orang Kristen adalah orang yang rindu hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah dinasihatkan oleh Paulus kepada mereka. Ketika kita tenang, maka kita bisa bekerja dengan baik. Kita juga bisa menikmati hasil kerja kita dengan lebih baik. Kita juga perlu berhati-hati dalam segala hal, jangan sampai terseret oleh keinginan hati kita, supaya tidak menambah kesusahan hidup kita. Kita juga perlu hidup sebagai orang-orang sopan, yang bisa dilihat oleh orang lain serta menjadi contoh. Kita menjadi kesaksian bagi orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan.

Untuk mencari pekerjaan yang cocok dengan kita memang tidak mudah. Kita juga perlu kreatif, supaya bisa bekerja apa saja. Kita bisa bekerja di bidang yang berbeda dengan pendidikan kita. Tidak banyak orang yang bisa menyediakan lapangan pekerjaan. Lebih banyak orang yang mencari pekerjaan. Karena itu, kita sebagai orang percaya perlu kreatif untuk melakukan pekerjaan dengan baik, terlebih jika kita bisa menyediakan pekerjaan bagi orang lain. Kita juga bisa mengerjakan sesuatu yang bisa menghasilkan. Itu juga yang dilakukan oleh Paulus. Untuk memenuhi keperluan hidup dan pelayanannya, ia bekerja membuat tenda. Dia tahu bahwa pada waktu itu banyak orang yang membutuhkan tenda. Melalui pekerjaan, kita bisa bersaksi kepada banyak orang.

Memang akan lebih susah jika kita bergantung kepada orang lain, ketika kita melakukan pekerjaan. Kita harus tunduk kepada orang yang memimpin kita. Seringkali ada hal-hal yang berbeda dengan prinsip hidup kita, ternyata dipaksa untuk kita kerjakan. Jika tidak kita kerjakan, maka kita dianggap membangkang dengan pemimpin kita. Jika kita mengerjakannya, justru tidak menjadi kesaksian yang baik bagi orang lain. Orang Kristen sering mengalami dilema seperti ini, di dalam pekerjaan mereka. Karena itulah kita perlu berhati-hati dan terus meminta hikmat dari Tuhan, supaya kita bisa mengerjakan segala sesuatu dengan baik, tanpa harus melanggar nasihat Tuhan.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *