Berdoa Sesuai Sifat Tuhan (Jelajah PB 754)

Efesus 3:14-21

Kebenaran tidak dibela dengan kekerasan, tetapi dengan argumentasi yang masuk akal. Rasul Paulus berdoa, supaya Tuhan menguatkan dan meneguhkan jemaat di Efesus. Paulus tidak membela kebenaran dengan kekerasan. Dia sudah berubah, tidak lagi menggunakan kekerasan. Kekuatan Paulus adalah doa dan penyerahan dirinya kepada Tuhan. Paulus juga mendoakan orang-orang Efesus, supaya diberi kekuatan sama seperti dia. Yang paling penting, iman di dalam Kristus tetap ada di dalam hati orang-orang percaya serta kehidupan orang percaya berakar serta berdasar di dalam kasih.

Kita pun harus berdoa kepada Tuhan. Doa kita menunjukkan penyerahan kita kepada Tuhan. Tuhan juga memberikan perintah supaya kita berdoa, karena Dia siap untuk menolong kita, memberikan kekuatan kepada kita. Doa kita seharusnya tidak bertentangan dengan sifat Tuhan. Tuhan bisa mengubah keadaan karena doa kita. Tuhan memberikan kesempatan untuk kita berdoa dan meminta kepada Tuhan, supaya Tuhan memberikan pertolongan-Nya kepada kita.

Paulus juga berdoa bagi jemaat di Efesus dan semua orang kudus (orang-orang yang sudah percaya kepada Yesus Kristus) supaya mereka dapat memahami kasih Kristus yang tidak terukur oleh akal budi manusia. Kita yang sudah bertobat dan percaya kepada Yesus, juga sudah masuk hitungan sebagai orang-orang kudus. Kasih Tuhan Yesus Kristus adalah kasih yang melampaui segala pengetahuan. Semakin kita mempelajari dan mendalami firman Tuhan, maka kita akan semakin mengenal kasih Tuhan itu. Kasih Tuhan kepada kita sangat besar, kasih yang rela mengorbankan nyawa bagi umat manusia.

Orang yang mengasihi dan mengenal Tuhan, akan meminta segala sesuatu dalam doa. Ketika ia berdoa, maka ia akan meminta segala sesuatu yang tidak menentang sifat serta hakikat Tuhan. Permintaannya akan sesuai dengan kehendak Tuhan, bukan asal berdoa dan meminta. Orang yang jauh dan tidak mengenal Tuhan, biasanya akan berdoa kepada Tuhan untuk memenuhi keinginan jasmaninya. Mereka meminta segala sesuatu berdasarkan keegoisannya, meminta hal-hal materi dan duniawi.

Kita perlu memeriksa diri, bagaimana kita berdoa selama ini. Jika sebagian besar doa kita adalah untuk meminta hal-hal yang jasmani atau materi, maka kita sedang memanfaatkan Tuhan. Seharusnya kita berdoa supaya tetap kuat di dalam Tuhan, kita berdoa supaya bisa mengenal dan mendalami kasih Tuhan yang besar itu. Ketika kita menyadari akan kasih Tuhan yang sangat besar itu, maka kita tidak akan berdoa sembarangan. Doa kita akan terarah kepada hal-hal yang dikehendaki Tuhan. Tidak ada salahnya kita berdoa untuk hal-hal yang jasmani dan duniawi. Tetapi jangan sampai doa seperti itu memiliki porsi yang lebih besar daripada doa supaya iman percaya kita tetap kuat di dalam Tuhan.

Tuhan dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan. Kuasa Tuhan sudah nyata di dalam hidup kita. Kita hanya perlu untuk menyadarinya. Bagi Tuhan kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun temurun sampai selama-lamanya. Jemaat harus memuliakan Yesus Kristus, dengan cara melakukan hal-hal positif atas nama jemaat.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *