Menyampaikan Firman Dengan Tulus (Jelajah PB 664)

2 Korintus 2:12-17

Ketika Paulus dalam perjalanan dan tiba di Troas untuk memberitakan Injil, ternyata Tuhan membuka jalan untuk pelayanan di tempat itu. Tetapi ternyata Paulus tidak mendapati Titus berada di situ, sehingga hati Paulus tidak tenang. Karena itu Paulus hanya melewati Troas dan pergi menuju ke Makedonia. Paulus sebenarnya ingin mendengar kabar dari Titus tentang pelayanan yang telah dilakukan oleh Titus, tetapi ternyata Titus tidak ada di Troas. Informasi dari Titus sangat penting bagi Paulus, supaya Paulus bisa melayani dengan tepat sasaran, di jemaat-jemaat yang ia tuju.

Meskipun berkali-kali mendapatkan tantangan dalam pelayanan, tetapi Paulus tetap percaya dan beriman teguh kepada Tuhan. Paulus bersyukur kepada Tuhan karena Kristus selalu membawa kepada jalan kemenangan. Disiksa atau dipenjarakan itu belum tentu kalah. Pemenjaraan Paulus itu termasuk kemenangan bagi Paulus. Kita bisa membaca kisahnya hari ini, Paulus dipenjarakan bukan karena kesalahan atau pelanggaran yang dilakukannya, tetapi karena Injil yang ia beritakan. Bahkan di dalam penjara, Paulus tetap dapat memberitakan Injil melalui surat-surat yang ia kirimkan ke jemaat-jemaat. Tuhan mengizinkan Paulus dan para rasul yang lain mengalami hal-hal yang berat, supaya kita bisa melihat bahwa penderitaan yang kita alami pada saat ini sebenarnya tidak seberapa. Paulus dan para rasul menderita karena memberitakan Injil, sedangkan kita sekarang mungkin menderita tetapi bukan karena memberitakan Injil. Penderitaan yang dialami oleh para rasul itu seharusnya mendorong semangat generasi berikutnya untuk memberitakan Injil dalam berbagai kesempatan.

Bagi orang-orang yang sudah percaya dan diselamatkan, maka Paulus dan para rasul adalah bau harum. Tetapi bagi orang yang menolak Injil dan tidak mau diselamatkan, maka para rasul adalah bau kematian. Di tempat Yesus Kristus ditinggikan, maka para pengajar firman dan pemberita Injil akan ditinggikan dan dikasihi. Di tempat Yesus Kristus tidak dihormati, maka pengajar firman dan pemberita Injil pun tidak akan dihormati juga. Jika kita memberitakan Injil dan mendapatkan pertentangan, maka kita tahu bahwa orang tersebut memang tidak mau menerima Injil yang kita beritakan. Jika Injil yang kita beritakan itu diterima, maka kita patut bersyukur karena kita adalah bau harum dari Kristus di tengah-tengah mereka.

Kita harus terus bersemangat memberitakan Injil. Barangsiapa percaya kepada Tuhan karena berita Injil yang kita sampaikan, maka mereka telah berhutang nyawa kepada kita. Seharusnya orang yang telah menerima kekayaan rohani dan telah diselamatkan itu, ikut membagikan kekayaan materi yang dimilikinya untuk pemberitaan Injil. Dengan demikian maka akan terjadi keseimbangan dan berita Injil itu tidak berhenti untuk disampaikan.

Paulus sendiri mengajarkan kepada kita supaya kita tidak mencari keuntungan dari firman Tuhan. Kita tidak boleh menggunakan nama Yesus atau nama gereja untuk mencari keuntungan. Paulus mengajarkan kepada kita untuk memberitakan Injil dengan tulus dengan sebagaimana mestinya. Kita harus memberitakan Injil dengan maksud yang murni dan tulus atas perintah Tuhan dan mempertanggungjawabkan segala sesuatunya dihadapan-Nya. Kebenaran harus diberitakan dan ditegakkan tanpa memandang siapapun juga. Jemaat Korintus dan kita semua perlu tahu akan semuanya itu, yaitu segala sesuatu yang telah dicontohkan oleh Paulus.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *