Kekuatan Memberi (Jelajah PB 691)

2 Korintus 9:8-9

Dalam kekristenan perlu ada estafet pengorbanan, supaya Injil bisa diberitakan ke banyak tempat dan ke setiap generasi. Harapannya supaya semakin banyak orang yang mendengar Injil dan pada akhirnya hidup dalam kekristenan. Diharapkan kekristenan semakin maju dan meningkat, bukan justru semakin turun. Dalam hal ini perlu kesadaran dari setiap orang Kristen, bahwa mereka berhutang rohani kepada orang-orang yang sudah memberitakan Injil kepadanya, sehingga saat ini adalah tugas mereka secara estafet untuk melanjutkan pemberitaan Injil itu atau mendukung pemberitaan Injil itu dengan cara-cara yang sesuai dengan yang ia bisa. Seharusnya kita ikut ambil bagian dalam pemberitaan Injil sehingga orang lain juga ikut diselamatkan dan kita tidak terkesan egois.

Tuhan sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kita supaya kita senantiasa berkecukupan dalam segala sesuatu. Kita memang perlu mencukupkan segala sesuatu yang ada pada kita. Tetapi lebih dari pada itu, Tuhan juga memberikan kelebihan dan kelebihan dalam pelbagai kebajikan. Artinya, ada sesuatu yang bisa dibagikan kepada orang lain. Ketika kita bekerja rajin dan keras, maka kita akan mendapatkan berkat melaluinya. Dari situlah kita bisa ikut ambil bagian dalam penginjilan. Seharusnya hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, ketika kita bisa ikut ambil bagian dalam penginjilan. Meskipun mungkin kita tidak bisa menyediakan waktu, tenaga atau pikiran kita untuk penginjilan, tetapi kita bisa menopang dan membiayai orang-orang yang memberitakan Injil. Penginjilan itu memerlukan dana yang cukup besar. Ada daerah-daerah yang perlu dikunjungi dan semuanya itu memerlukan biaya.

Persembahan dana itu tidak bisa datang dari orang-orang yang belum diselamatkan, karena pasti mereka tidak merasa beruntung atau merasa perlu untuk menyumbang. Dana itu seharusnya dari orang-orang Kristen yang sudah merasa diselamatkan, sehingga mereka perlu ikut ambil bagian dalam pemberitaan Injil. Hanya orang yang bisa memberi yang dapat mempertahankan kebenaran. Sedangkan orang yang menerima, biasanya tidak bisa mempertahankan kebenaran. Seandainya kita menerima sesuatu dari orang lain, maka orang yang memberikan sesuatu kepada kita itu bisa mengekang kita atau mengarahkan kita. Ketika kita mendapatkan sesuatu, kita pasti tidak enak jika tidak mengikuti kehendak orang yang telah memberikan sesuatu kepada kita.

Sebagai contoh, gereja-gereja yang diberi bantuan, baik oleh gereja lain yang lebih besar dan kaya atau mendapatkan bantuan dari seseorang, atau mendapatkan bantuan dari pemerintah, gereja tersebut akan sulit untuk mengontrol kebijakannya sendiri. Gereja lain atau orang lain atau pemerintah bisa mengontrol gereja tersebut, sehingga gereja yang mendapatkan bantuan itu kemerdekaannya menjadi terbatas. Tetapi kalau gereja kita bisa memberi, maka yang diberi bukan hanya materi, tetapi juga kebenaran. Ketika kita memberi, kita memiliki potensi untuk mempengaruhi orang atau gereja yang kita beri.

Karena itulah, sebaiknya kita berusaha dan berlomba-lomba untuk menjadi orang Kristen atau menjadi gereja yang memberi. Dengan demikian kita memiliki potensi untuk mempengaruhi orang lain atau gereja lain dengan kebenaran yang kita miliki. Kebenaran yang kita punyai akan tetap untuk selama-lamanya.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *