Berbagai Macam Penyesatan (Jelajah PB 696)

2 Korintus 11:1-4

Di pasal ini, Paulus mulai menyinggung orang-orang yang menentangnya. Kemungkinan ada orang-orang Yahudi dari Yerusalem yang mempengaruhi mereka. Orang-orang itu menyebut diri sebagai rasul, padahal sebenarnya bukan rasul. Kemungkinan orang-orang Yahudi yang datang itu berasal dari kalangan kaum Ebionit, yaitu mereka yang menggabungkan tradisi Yahudi (Yudaisme) dengan pengajaran Kristen. Kelompok ini sepertinya juga pergi ke Galatia, sehingga mempengaruhi jemaat di Galatia juga. Beberapa orang di Korintus menjadi tidak percaya dengan pengajaran Paulus. Mereka juga menentang dan menganggap remeh Paulus.

Jika ada jemaat di Korintus yang menganggap Paulus adalah orang yang bodoh, berarti ada orang lain yang telah memberitakan Injil yang berbeda dengan Injil yang diberitakan oleh Paulus. Rasul Paulus merasa bahwa dialah yang membawa orang-orang Korintus percaya kepada Tuhan, tetapi ternyata orang-orang Korintus itu tidak mau percaya dengan perkataan yang disampaikan oleh Paulus. Paulus ingin membawa jemaat Korintus menjadi jemaat yang kudus secara moral dan benar secara pengajaran, sampai mereka pergi kepada Tuhan. Paulus membandingkan kehidupan jemaat di Korintus pada waktu itu dengan Hawa yang diperdaya dan disesatkan oleh kelicikan. Paulus tahu bahwa mereka kedatangan orang-orang yang sedang menyesatkan mereka.

Ternyata jemaat di Korintus menganggap remeh pengajaran yang disampaikan oleh orang-orang dari Yerusalem itu, yang berbeda dengan pengajaran Paulus. Mereka sabar saja mendengar orang yang memberitakan Yesus berbeda, tidak sesuai dengan pengajaran yang telah disampaikan oleh Paulus sebelumnya. Kita bisa melihat bahwa di awal kekristenan saja sudah ada banyak pengajaran yang berbeda, apalagi sekarang ini. Hampir tidak kelihatan mana yang sesuai dengan kebenaran firman Tuhan murni dan mana yang tidak. Pada waktu itu, bukan saja kalangan Ebionit yang tidak murni memberitakan firman Tuhan. Ada juga kaum gnostik, yang memberikan pengaruh cukup besar untuk mengaburkan berita Injil yang murni.

Kalau kita cermati, Injil Yohanes ditulis untuk memberi pengaruh kepada orang Kristen supaya tidak terpengaruh dengan ajaran Gnostik. Sedangkan surat-surat yang ditulis oleh Paulus bertujuan untuk memberi pengaruh kepada orang Kristus supaya tidak terpengaruh dengan ajaran Ebionit. Pengaruh dari Gnostik dan Ebionit cukup besar, mengakibatkan pengajaran firman Tuhan menjadi tidak murni lagi. Kesesatan itu terjadi pada zaman para rasul masih ada di dunia ini. Hari ini, kesesatan semakin merajalela. Jika kita tidak teliti, maka kita pun akan masuk dalam kesesatan itu, bahkan tanpa terasa bahwa kita sedang tersesat.

Untuk menghindarkan diri dari penyesatan yang merajalela ini, Tuhan telah memberikan Alkitab, firman Tuhan tertulis yang sempurna. Alkitab menjadi dasar dan patokan bagi orang Kristen, supaya tidak mudah diombang-ambingkan dan disesatkan oleh berbagai macam pengajaran yang ada. Meskipun demikian, kita tetap terus berhati-hati, karena para penyesat pun menggunakan Alkitab yang sama. Untuk itulah Tuhan melengkapi manusia dengan akal budi untuk berpikir, supaya bisa mengerti firman Tuhan. Tuhan juga memberikan hati nurani kepada kita, supaya kita mendapatkan hikmat untuk memilih serta melakukan semua kehendak Tuhan. Tuhan menginginkan kita mempelajari dan memikirkan firman Tuhan, sehingga firman Tuhan itu bisa diterima oleh akal sehat manusia.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *