Menunjukkan Kasih (Jelajah PB 643)

1 Korintus 13:4-7

Kasih itu menyebabkan kita sabar. Kasih bisa menahan kita untuk marah. Kasih itu murah hati, suka memberi dan memperhatikan orang lain. Kasih itu tidak cemburu. Kasih itu juga tidak memegahkan diri atau menyombongkan diri. Kasih itu tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Kasih selalu disertai dengan moral yang tinggi. Kasih itu membuat seseorang tidak menjadi pemarah serta tidak menyimpan kesalahan orang lain. Orang yang memiliki kasih juga tidak mungkin bisa bersukacita karena ketidakadilan. Mereka akan bersukacita karena kebenaran.

Kasih juga menutupi segala sesuatu. Di dalam 1 Petrus 4:8 dikatakan bahwa kasih itu menutupi banyak sekali dosa. Ini bukan berarti bahwa kita menutupi orang yang berbuat dosa. Jika ada seseorang kelaparan dan memiliki keinginan untuk mencuri makanan, tetapi kita memberi makan kepada orang tersebut, maka orang itu kemungkinan besar tidak akan jadi mencuri makanan. Dia tidak jadi mencuri makanan karena kita telah mengasihi dia, dengan cara membagikan makanan kepadanya.

Kasih itu percaya segala sesuatu, tentu yang benar, karena kasih itu bersukacita karena kebenaran. Kasih itu mengharapkan segala sesuatu, yaitu semua yang telah dijanjikan oleh Tuhan. Kasih itu sabar menanggung segala sesuatu, yang menimpa hidup kita. Kasih tidak bisa dinilai atau dihakimi, karena sifatnya subyektif. Kasih itu datang dari dalam hati, lalu dipancarkan keluar melalui perbuatan dan perilaku kita. Karena gereja mengajarkan kasih kepada orang-orang Kristen, seringkali banyak orang menyalahgunakan hal ini. Orang-orang sering meminta-minta kepada orang Kristen karena biasanya orang Kristen tidak enak jika tidak memberi.

Kita juga perlu membuktikan kasih kita kepada Tuhan secara tepat. Tapi kasih kita kepada Tuhan pun tidak bisa dinilai oleh orang lain. Hanya Tuhan yang bisa menilainya, karena semuanya itu timbul dari dalam hati. Kita mengasihi Tuhan dengan cara mengasihi firman Tuhan serta jemaat-Nya. Setelah itu, kita bisa mengasihi orang lain dengan saluran yang tepat. Lebih baik kita mengasihi orang lain melalui lembaga-lembaga yang bisa menyalurkan kebaikan kita dengan baik, daripada kita memberikan sesuatu kepada orang-orang di jalanan atau kepada orang-orang yang pergi ke rumah-rumah dengan membawa proposal. Ada banyak lembaga yang dikelola dengan baik serta bertanggungjawab. Mereka pasti bisa menyalurkan kebaikan dan kasih kita kepada orang-orang yang tepat. Lembaga itu bisa seperti panti asuhan atau komisi beasiswa yang membantu anak-anak untuk sekolah.

Orang Kristen tidak boleh mengharap orang lain mengasihi kita. Orang Kristen seharusnya berpikir bahwa dialah yang seharusnya mengasihi orang lain. Orang Kristen seharusnya menjadi contoh bagi orang lain untuk mengasihi. Jika bukan kita yang menjadi contoh, maka tidak akan ada contoh lain lagi. Kitalah yang diajar oleh Tuhan untuk mengasihi. Kasih kita bukan kasih yang sembarangan. Kasih yang diajarkan oleh Tuhan adalah kasih agape, kasih yang rela berkorban. Tidak mudah untuk menjadi orang yang penuh kasih. Tetapi Tuhan telah memberikan contoh kepada kita. Dia telah menyerahkan segala sesuatunya demi kita. Karena itu, inilah saatnya bagi orang-orang percaya untuk menunjukkan kasih Kristus itu kepada orang lain.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *