Jemaat Saling Bersaksi (Jelajah PB 654)

1 Korintus 16:7-10

Ketika Paulus merencanakan untuk datang ke Korintus, dia ingin tinggal untuk beberapa waktu lamanya. Paulus tidak hanya ingin mampir sementara, tetapi ingin memberikan pengajaran kepada jemaat di Korintus, supaya meluruskan segala sesuatu yang sudah rusak dan kacau balau. Paulus ingin melengkapi dan mengatur jemaat di sana, supaya tidak terjadi perpecahan. Apapun yang mereka tanyakan, akan dijawab oleh Paulus. Jika jemaat sudah diperbaiki, diharapkan akan memberikan kesaksian yang baik serta memberikan pengajaran yang sesuai dengan kebenaran.

Setiap jemaat lokal seharusnya bersungguh-sungguh dalam mengerti, mengajar dan melakukan firman Tuhan. Setiap jemaat seharusnya saling bersaksi satu dengan yang lain. Setiap jemaat seharusnya saling memancarkan terang, sehingga terang Kristus itu terpancar di mana-mana, di muka bumi ini. Dengan demikian, maka kita akan semakin benar di hadapan Tuhan, karena bisa saling menguji satu dengan yang lain. Tetapi kecenderungan yang terjadi, orang Kristen seringkali marah jika ditegor karena telah melakukan hal yang tidak benar. Inilah yang menjadi pemicu orang membenarkan diri dan mengakibatkan pengajaran kekristenan menjadi kacau.

Paulus pada waktu itu tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta. Ayat ini menjelaskan bahwa surat 1 Korintus ditulis oleh Paulus di Efesus, pada saat Paulus sedang melakukan pekerjaan yang besar dan penting. Jika kita telusuri kembali di dalam Kisah Para Rasul, pekerjaan besar dan penting itu yang dilakukan oleh Paulus adalah mengajar Alkitab di ruang kuliah Tiranus. Paulus mendirikan sekolah Teologi di Efesus. Ada orang-orang yang terpanggil untuk melayani dan memberitakan Injil. Sebelum mereka melakukan pelayanan, mereka dididik sedemikian rupa. Memang ada beberapa orang yang telah menjadi murid Paulus, seperti Titus dan Timotius. Tetapi mereka tidak belajar di kelas. Mereka adalah orang-orang yang belajar karena mengikuti pelayanan Paulus ke berbagai tempat pelayanan. Tetapi di Efesus, Paulus pertama kali mengumpulkan orang di suatu tempat, untuk dididik di dalam kelas perkuliahan yang pasti lebih sistematis.

Di dalam Kisah Para Rasul 19:10 dikatakan bahwa Paulus mengajar selama kurang lebih dua tahun. Hasil dari perkuliahan tersebut, semua penduduk Asia mendengar firman, baik orang Yahudi maupun orang Yunani. Tidak diberitahu berapa banyak murid Paulus di Efesus pada waktu itu. Tetapi efektivitas hasil pemuridan tersebut sangat besar. Setelah pekerjaan yang besar dan penting itu selesai, barulah Paulus akan berangkat menuju ke Korintus. Jika perlu, Paulus juga akan berangkat ke Yerusalem.

Dalam catatan sejarah, Injil memang diberitakan pertama kali di Yerusalem. Tetapi pusat pemberitaan Injil kemudian bergeser ke Antiokhia (Siria). Banyak pemberita Injil yang diutus dari Antiokhia ke berbagai daerah. Di akhir abad pertama, pusat pemberitaan Injil dan kekristenan bergeser ke kota Efesus. Akhir masa hidup Yohanes (rasul) juga berada di Efesus. Paulus menjadi perintis kekristenan di kota Efesus tersebut.

Sepertinya surat 1 Korintus ini dibawa oleh Timotius. Karena itu Paulus berpesan kepada jemaat di Korintus bahwa ketika nanti Timotius datang ke Korintus, supaya jemaat Korintus mengusahakan Timotius berada di sana tanpa takut. Timotius sedang mengerjakan pekerjaan Tuhan, seperti yang dilakukan oleh Paulus.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *