Dari Dia, Oleh Dia, Kepada Dia (Jelajah PB 571)

Roma 11:24-36

Tuhan memang tidak mau mencabut semua yang telah diberikan kepada manusia, termasuk kehendak bebas. Memang ada beberapa kejadian Tuhan mencabut kehendak bebas dari manusia. Peristiwa itu pernah terjadi terhadap Nebukadnezar, yang pada akhirnya diberi Tuhan hati binatang (Dan 5:20-21). Jika kita berubah menjadi orang yang tidak percaya kepada Tuhan, maka kita pun akan dipotong juga. Jika bangsa Israel menjadi percaya, maka mereka akan dicangkokkan kembali pada pohon zaitun. Artinya, mereka pun akan diselamatkan oleh Tuhan. Syaratnya adalah iman, yaitu percaya kepada Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan Mesias.

Rasul Paulus meminta supaya jemaat Roma bisa rendah hati, supaya Paulus bisa menyatakan sebuah rahasia. Mungkin pada saat itu ada jemaat-jemaat Roma yang mulai tinggi hati dan meremehkan orang-orang Yahudi. Karena itu Paulus memberi peringatan kepada mereka supaya mereka tidak menganggap diri pandai. Memang sebagian dari orang-orang Israel telah menjadi tegar. Hal itu akan terjadi sampai jumlah yang penuh ketika bangsa-bangsa lain telah masuk. Ini menunjukkan bahwa Tuhan membuka satu periode waktu supaya bangsa-bangsa lain masuk dan mendapatkan anugerah dari Tuhan. Tetapi ternyata ada saatnya juga bahwa periode itu akan ditutup. Ketika ketegaran hati bangsa Israel sudah berakhir, ketika mereka mau percaya, maka mereka akan diselamatkan.

Paulus mengutip nubuatan yang disampaikan oleh Yesaya bahwa dari Sion akan datang Penebus. Ia akan menyingkirkan semua kefasikan dari Yakub (Israel). Apa yang dinubuatkan oleh Yesaya itu menggambarkan akan munculnya kerajaan seribu tahun. Ketika bangsa Israel itu percaya kepada Mesias, maka Tuhan akan menghapuskan dosa mereka. Mengenai Injil, bangsa Israel adalah seteru Tuhan. Hal itu terjadi karena mereka telah menolak Yesus dan tidak mau menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Mesias mereka. Injil itu telah diberitakan kepada kita, sehingga kita memberitakan Injil itu kepada mereka, kepada orang-orang Yahudi. Tetapi mengenai pilihan, mereka adalah pilihan Tuhan karena nenek moyang mereka. Mereka menjadi kekasih Tuhan karena nenek moyang mereka, karena Tuhan telah berjanji kepada Abraham dan Daud.

Oleh karena ketaatan dan kepercayaan seseorang kepada Tuhan, maka anak cucunya ada di hati Tuhan. Tuhan tetap mengasihi keturunannya karena kepercayaan seseorang, kepercayaan nenek moyangnya kepada Tuhan. Sama seperti kita, dulu kita adalah orang yang tidak taat, tidak ada di dalam bagian anugarah keselamatan itu. Tetapi karena pertobatan dan percaya kita, maka kita masuk dalam bagian anugerah keselamatan itu. Karena ketidaktaatan semua orang, maka Tuhan menyampaikan kemurahan-Nya. Tuhan memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang untuk percaya kepada-Nya. Setiap orang yang percaya kepada-Nya, maka dia akan diselamatkan.

Di dalam Perjanjian Lama, bangsa Yahudi pernah percaya kepada Tuhan. Karena itulah mereka dijadikan sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran. Ketika Yesus Kristus datang memberitakan kerajaan Tuhan dan Injil, orang Yahudi tidak mau percaya dengan Injil yang disampaikan oleh Yesus. Mereka tidak bisa menjadi pemberita Injil kalau mereka tidak percaya kepada Injil. Karena itu Injil dipercayakan kepada orang yang percaya kepada Injil. Hikmat dan pengetahuan Tuhan itu sangat dalam, sampai manusia tidak bisa menyelidikinya. Keputusan Tuhan dan jalan Tuhan tidak bisa diselami dengan akal manusia yang terbatas. Segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *