Mencintai Kebenaran (Jelajah PB 331)

Yohanes 7:14-20

Akhirnya Yesus muncul juga untuk menampakkan diri di depan orang banyak. Yesus datang ke pesta Pondok Daun tersebut, masuk ke Bait Allah dan mengajar di situ. Pada saat Yesus mengajar, heranlah orang-orang Yahudi yang mendengar pengajaran-Nya itu. Mereka bertanya-tanya, bagaimanakah Yesus mempunyai pengetahuan yang dalam tanpa belajar. Pengajaran Yesus luar biasa karena masuk akal, sesuai dengan logika dan dasar berpikir manusia.

Tuhan telah menciptakan manusia dilengkapi dengan akal budi. Dengan akal budi kita bisa membedakan banyak hal, termasuk membedakan pengajaran yang benar atau yang salah. Untuk mengetahui pengajaran yang benar, kita harus mempunyai dasar. Tuhan sudah memberikan dasar yang benar dan kuat, yaitu Alkitab. Semua yang ada di dalam Alkitab tidak saling bertentangan satu dengan yang lain. Ayat-ayat tersebut saling melengkapi. Pengajaran yang benar adalah pengajaran yang paling masuk akal. Jadi, Tuhan sudah memberikan dua alat supaya kita bisa belajar dengan benar, yaitu Alkitab (firman Tuhan tertulis) dan akal budi.

Banyaknya pengajaran yang ada di muka bumi ini biasanya terjadi karena perbedaan penafsiran. Seringkali memakai satu ayat tetapi mengabaikan ayat yang lain. Seringkali juga mengabaikan konteks bagaimana ayat tersebut ditulis. Sedangkan pengajaran yang sesat, biasanya akan ada bagian yang tidak logis atau tidak masuk akal.

Yesus berkata bahwa pengajaran-Nya bukan dari Diri-Nya sendiri, tetapi dari Bapa yang mengutus Dia. Barangsiapa mengasihi Tuhan dan mencintai kebenaran, mereka akan bisa membedakan suatu pengajaran itu benar atau salah. Setelah ratusan kali saudara saya ajak untuk membaca renungan Jelajah PB ini, apakah ada renungan yang tidak sesuai dengan Alkitab? Ataukah ada renungan yang tidak masuk akal? Mari kita menyelidiki dan merenungkan firman bersama-sama.

Yesus mengajak kita untuk mencari kehormatan bukan untuk diri kita sendiri, tetapi mencari kehormatan untuk Tuhan, untuk Dia yang mengutus kita. Jika kita dipanggil oleh Tuhan untuk mengajar, maka kita harus mencari kemuliaan Tuhan. Tuhanlah yang harus dipermuliakan melalui pengajaran kita, bukan kita. Jangan sampai kita mencari keuntungan atau kepentingan diri sendiri pada saat mengajarkan firman Tuhan. Kita tidak boleh memiliki kepentingan atau tujuan yang salah dalam mengajarkan firman Tuhan. Ketika kita mengajar firman Tuhan, maka seharusnya orang yang mendengarkan firman itu menghormati Tuhan lebih daripada yang menyampaikan firman.

Yesus memberitahu kepada orang-orang Yahudi bahwa Musa telah memberikan hukum Taurat kepada mereka, tetapi tidak seorang pun di antara mereka yang melakukan hukum Taurat. Justru mereka berusaha untuk membunuh Yesus. Karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, mereka marah dan mau membunuh Yesus. Mereka menuduh Yesus melanggar hukum Taurat karena telah melakukan suatu pekerjaan di hari Sabat.

Orang-orang Yahudi itu menuduh Yesus bersalah. Padahal mereka sendiri yang telah salah menafsirkan Alkitab. Mereka tidak memahami seluruh Alkitab Perjanjian Lama, yang menyatakan bahwa Mesias datang dan akan menggenapkan isi kitab Perjanjian Lama. Ibadah simbolik Perjanjian Lama selesai ketika yang disimbolkan itu tiba.

Views: 11

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top