Jelajah PB 367 (Yohanes 15:1-4)

Tuhan Yesus banyak sekali menggunakan perumpamaan untuk mengajar. Kali ini Tuhan Yesus memakai pokok anggur sebagai perumpamaan. Tuhan Yesus berkata bahwa Dia adalah pokok anggur yang benar, sedangkan Bapa adalah pengusahanya. Yesus menempatkan diri sebagai yang diutus untuk turun ke dunia ini dan melakukan segala sesuatu untuk keselamatan manusia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, dia akan bersatu dan tinggal di dalam-Nya. Sangat penting bagi kita untuk berada di dalam Kristus. Kita pasti selamat dan masuk sorga karena kita ada di dalam Kristus. Kita mengenakan kebenaran Kristus, sedangkan dosa kita diambil alih oleh Yesus Kristus, telah disalibkan di atas kayu salib. Di dalam Kristus kita menjadi benar dan kudus. Semua itu bukan karena kehebatan dan jerih payah kita, tetapi karena kita ada di dalam Kristus.

Kita diumpamakan seperti ranting yang menempel pada pokok anggur tersebut. Setiap ranting yang tidak berbuah akan dipotong dan setiap ranting yang berbuah akan dibersihkan, supaya bisa berbuah lebih banyak. Semua petani pasti akan melakukan hal tersebut. Setiap orang yang bertobat dan percaya kepada Yesus, dia akan ada di dalam Yesus, itu adalah ranting yang menempel pada pokok anggur. Orang-orang tersebut seharusnya menghasilkan buah. Paling tidak orang tersebut bisa menghasilkan buah roh, satu buah dengan sembilan rasa (bdg. Galatia 5:22-23). Jika seseorang telah dilahirkan kembali, maka Roh Kudus sudah masuk ke dalam hatinya. Orang tersebut sudah dimateraikan oleh Roh Kudus, sesuai dengan pernyataan yang tertulis di dalam Efesus 1:13. Jika Roh Kudus sudah tinggal di dalam hatinya, maka akan menghasilkan buah roh yang di dalamnya ada kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. Sembilan sifat ini adalah dalam satu paket, yaitu buah roh. Sifat ini tidak terpisah-pisah. Jika terpisah-pisah, pasti itu bukan buah roh.

Ada banyak sukacita yang bisa kita dapat di dunia ini. Tetapi sukacita duniawi jelas berbeda dengan sukacita yang dihasilkan oleh buah roh. Sukacita duniawi bisa terjadi, tetapi hanya sukacita tanpa diikuti dengan paket lain seperti penguasaan diri. Karena itu, orang-orang duniawi bisa bersukacita tetapi mungkin dalam sukacita mereka, mereka tidak bisa menguasai diri. Sukacita seperti ini bersifat sementara dan semu.

Selain buah roh, orang yang menempel pada pokok anggur yang benar akan menghasilkan buah pelayanan. Buah pelayanan adalah ketika kita berbuat sesuatu bagi Tuhan. Siapapun yang sudah sungguh-sungguh dilahirkan kembali, maka salah satu hal yang muncul dari dalam dirinya itu adalah kerinduan untuk memberitakan keselamatan ini kepada orang lain. Baik buah roh maupun buah pelayanan, keluar dari orang-orang yang sudah diselamatkan. Karena itu, jika kita tidak menghasilkan buah itu, pasti ada tanda tanya besar pada diri kita, apakah kita sudah diselamatkan atau belum?

Kita yang sudah berbuah pasti akan selalu dibersihkan oleh firman Tuhan. Dari firman Tuhan yang kita baca dan renungkan itu, kita bisa membersihkan diri dari segala hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Karena itu Tuhan mengajak kita untuk tetap tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita. Penekanannya ada pada tinggal di dalam Kristus. Kita tidak boleh pergi atau melepaskan diri dari Kristus. Dengan berada di dalam Kristus, itu adalah jaminan ranting itu berbuah karena mendapatkan aliran hidup dari pokok anggur yang benar, yaitu Yesus Kristus.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *