Jelajah PB 348 (Yohanes 10:32-33)

Yesus menjelaskan kepada orang-orang Yahudi yang mengambil batu dan mau melempari Yesus bahwa Yesus sudah melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang bisa mereka saksikan sebelumnya. Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa di sorga yang diperlihatkan oleh Yesus. Tidak ada alasan bagi orang Yahudi untuk melempari Yesus dengan batu karena Yesus tidak pernah berbuat kesalahan atau dosa sedikitpun. Bahkan sampai saat ini, tidak ada yang bisa membuktikan bahwa Yesus berdosa atau bersalah dan layak dilempari batu atau digantung di atas kayu salib. Dia adalah manusia yang sempurna, karena Dia adalah Tuhan.

Orang-orang Yahudi itu berkata bahwa mereka mau melempari Yesus bukan karena perbuatan baik Yesus, tetapi karena mereka menuduh bahwa Yesus sudah menghujat Allah. Mereka menanggap bahwa Yesus hanyalah manusia biasa tetapi mau menyamakan diri dengan Tuhan. Yesus tidak takut kepada mereka karena memang Yesus tidak bersalah. Orang yang tidak bersalah, tidak ada alasan untuk takut. Demikian juga dengan kita saat ini, kita juga tidak perlu takut untuk menyatakan kebenaran. Memang, seringkali kita melihat bahwa ada saja orang-orang yang membela kebenaran yang menjadi korban. Mereka menjadi korban kejahatan manusia-manusia yang serakah, yang mencari pembenaran dan cari aman.

Di dalam sejarah kekristenan, banyak orang yang menyatakan kebenaran justru mendapatkan fitnahan yang kejam. Mereka akhirnya mendapatkan siksaan yang berat dari orang-orang yang merasa benar. Pemberitaan firman Tuhan sering mengalami hambatan, karena tidak semua orang mau mencari kebenaran. Kebenaran sendiri sering menyakitkan, karena mengungkap kesalahan-kesalahan yang selama ini tersembunyi. Firman Tuhan bagaikan lilin yang menerangi kegelapan. Orang-orang yang memberitakan firman adalah orang yang terlihat di tengah-tengah kegelapan dunia ini.

Jika kita membaca Alkitab dengan teliti, maka Alkitab berbicara terus terang untuk menegor kesalahan dan memperbaik orang yang salah jalan. Meskipun demikian, Alkitab telah ditolak di beberapa tempat, bahkan sampai pada saat ini. Padahal Alkitab tidak mengajarkan sesuatu yang jahat. Memang Alkitab menulis ada orang-orang yang berlaku jahat. Tetapi itu semua ditulis supaya kita yang membaca Alkitab saat ini tidak melakukan hal-hal yang jahat, tetapi memilih untuk melakukan hal yang baik dan benar.

Yesus sedang menyatakan diri-Nya bahwa Dia adalah Tuhan. Bukan hanya orang Yahudi saja yang mengatakan bahwa Yesus menghujat Tuhan. Ada beberapa kelompok yang mengaku Kristen yang menyatakan bahwa Yesus bukan Tuhan. Selain orang Kristen, tidak ada yang mau mengakui dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Mereka mungkin hanya mau mengakui bahwa Yesus adalah guru yang baik atau seorang nabi atau seorang manusia yang lebih dari manusia yang lain. Hanya kekristenan yang sejati yang mengakui dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Bukan karena Yesus yang menjadi atau dijadikan Tuhan, tetapi karena Tuhanlah yang mau menjadi manusia.

Sekali lagi, pernyataan Tuhan Yesus di ayat sebelumnya (ayat 30), Yesus secara berterus terang menyatakan diri-Nya bahwa Dia satu dengan Bapa. Dia menyamakan diri-Nya dengan Bapa. Dia adalah Tuhan itu sendiri. Yesus bukan sekedar nabi atau guru yang baik. Dia bukan sekedar manusia. Dia bukan sekedar utusan. Dia adalah Anak Allah, Anak Manusia, Tuhan yang menjelma menjadi manusia.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *