Jelajah PB 299 (Lukas 24:12)

Meskipun Petrus sendiri tidak percaya dengan apa yang telah disampaikan oleh para perempuan itu, tetapi Petrus tetap pergi ke kubur Yesus untuk memastikan apa yang sudah terjadi. Ketika Petrus sampai di kubur Yesus dan masuk ke dalam kubur itu, dia hanya mendapati kain kafan saja. Karena itulah dia pergi dan bertanya-tanya di dalam hatinya, apa sebenarnya yang telah terjadi. Selama Petrus bersama-sama dengan Yesus, sepertinya dia tidak memperhatikan apa yang sering disampaikan oleh Yesus, bahwa Yesus akan mati dan akan bangkit di hari yang ketiga.

Yesus kemudian menampakkan diri kepada para murid, satu per satu. Rasul Paulus mendaftar penampakan diri Yesus, yang dicatatnya di dalam 1 Korintus 15:4-8. Di sana Paulus mencatat bahwa Yesus telah dikuburkan dan dibangkitkan pada hari yang ketiga, sesuai dengan apa yang tertulis di dalam Kitab Suci. Yesus kemudian menampakkan diri kepada para murid dan kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus. Kebanyakan mereka masih hidup sampai pada saat surat 1 Korintus itu ditulis. Yang paling akhir, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada Paulus.

Alkitab mencatat selama empat puluh hari setelah Tuhan Yesus bangkit, Dia menampakkan diri berulang-ulang kepada para murid-Nya. Jika Yesus sudah menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus orang atau saksi, maka sebenarnya peristiwa itu benar-benar terjadi dan kita tidak perlu meragukannya. Di dalam pengadilan, di zaman Alkitab, dua saksi sudah cukup untuk memutuskan perkara dalam persidangan. Sedangkan peristiwa kebangkitan Yesus disaksikan banyak orang. Penampakan diri Yesus yang terakhir adalah kepada rasul Paulus. Karena itu, pasti Yesus tidak akan pernah menampakkan diri lagi setelah Dia menampakkan diri kepada Paulus.

Pernyataan Paulus itu sangat penting, karena siapa pun pada saat ini yang mengakui diri mendapatkan penampakan dari Tuhan Yesus atau bertemu dengan Tuhan Yesus, maka mereka sedang bohong. Tetapi kembali keputusan ada di tangan kita masing-masing, apakah mau percaya dengan kesaksian bohong itu atau percaya kepada rasul Paulus yang adalah saksi mata terakhir dari penampakan Yesus. Seringkali kita mendengarkan kesaksian, bahkan di dalam khotbah sekalipun bahwa seseorang bisa melihat Yesus, atau mereka bisa bertemu dengan Yesus dan berbicara dengan Yesus, atau mereka diajak jalan-jalan oleh Yesus ke sorga atau ke neraka, maka semuanya itu bohong. Mungkin yang mereka lihat adalah Iblis yang menyerupai malaikat terang. Karena bahkan sampai sekarang pun tidak ada seorang pun yang tahu wajah Tuhan Yesus seperti apa. Jika dalam satu hal ini kita meragukan pernyataan Paulus, maka sama artinya kita tidak percaya bahwa Alkitab adalah firman Tuhan.

Saat ini, wajah Yesus digambarkan seperti orang Eropa dengan rambut panjang. Itu adalah gambaran umum yang ada pada saat ini, yang tercetak di mana-mana dan juga masuk dalam gambar di kalender. Jika Yesus berambut panjang, maka itu sudah menyalahi apa yang tercatat di dalam Alkitab. Di dalam 1 Korintus 11:14 dikatakan, “Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang,” Tidak mungkin Tuhan Yesus melakukan hal tersebut. Jika ada yang berkata bahwa zaman dulu tidak ada tukang potong rambut, sebenarnya zaman Paulus pun sudah ada tempat potong rambut, yaitu di Kengkrea (Kisah Para Rasul 18:18). Wajah Yesus yang beredar sekarang adalah imajinasi. Artinya, sebenarnya tidak ada orang di zaman ini bisa memastikan wajah Yesus. Baru pada saat pengangkatan, ketika Tuhan Yesus mengangkat orang percaya, Dia akan menampakkan wajah-Nya kepada orang-orang percaya.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *