Jelajah PB 279 (Lukas 20:27-40)

Orang Saduki adalah orang-orang yang mengklaim diri mereka sebagai orang bijak. Tetapi pada kenyataannya, mereka tidak bijak sesuai dengan sebutannya. Kelompok Saduki adalah kelompok yang tidak mempercayai adanya kebangkitan orang mati. Karena mereka tidak percaya dengan kebangkitan, maka mereka bertanya tentang kebangkitan sambil mengolok-olok soal kebangkitan atau kehidupan sesudah kematian. Mereka mempertanyakan tentang pernikahan atau nasib hubungan orang yang menikah di dunia, bagaimana kelanjutannya di kehidupan selanjutnya.

Pada saat itu, bangsa Yahudi mempunyai aturan tentang pernikahan yang diberikan oleh Tuhan melalui Musa. Setiap orang Yahudi harus mempunyai keturunan, karena keturunan itu yang akan mewarisi tanah yang Tuhan berikan kepada mereka. Jika ada yang tidak memiliki keturunan, maka tanah milik pusaka yang diberikan itu akan hilang. Hal itu pernah terjadi atas Rut, suaminya meninggal dan dia tidak mendapatkan milik pusaka atau warisan tanah, karena Rut tidak mempunyai keturunan. Akhirnya Rut meminta perlindungan dari Boas. Dari Boas lah, Rut mendapatkan keturunan yang akan mewarisi tanah pusaka itu. Itulah aturan yang berlaku pada waktu itu.

Orang-orang Saduki itu bertanya kepada Yesus, ketika ada orang di dunia menikah beberapa kali, pasangannya meninggal dan tidak memiliki anak, siapa di antara orang-orang itu yang akan menjadi suaminya di hari kebangkitan? Mereka bertanya seperti ini karena ingin mengolok-olok Tuhan Yesus. Yesus menjawab mereka bahwa orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan. Itulah yang terjadi di dunia. Tetapi setelah kebangkitan, tidak ada lagi perkawinan. Tidak ada lagi masalah suami istri atau jenjang keluarga seperti kakek-nenek, paman-bibi, dan seterusnya. Ketika kita dibangkitkan, kita akan tetap mengenal satu dengan yang lain. Lazarus kenal dengan Abraham dan juga dengan orang kaya yang masuk ke dalam neraka. Tetapi kita tidak dalam posisi menjadi seperti keluarga yang ada di dunia ini, seperti yang terjadi sekarang ini.

Sesudah kebangkitan, kita akan hidup seperti malaikat. Kita akan hidup di dalam kemuliaan. Urusan pernikahan dan urusan keluarga adalah urusan yang ada di dunia ini. Hubungan pernikahan dan kekeluargaan selesai sampai maut memisahkan. Karena itulah, sebenarnya tidak ada gunanya kita yang di dunia ini berdoa untuk orang yang sudah meninggal, atau kita yang di dunia ini tidak bisa meminta pertolongan kepada orang yang sudah meninggal. Kita sudah dipisahkan oleh maut, tidak ada hubungan lagi satu dengan yang lain.

Orang yang sudah dibangkitkan akan mengenakan tubuh kebangkitan, bukan tubuh jasmani seperti sekarang ini. Abraham, Ishak dan Yakub juga akan bangkit, mereka tidak akan ada di dalam dunia kematian terus menerus. Tuhan mereka adalah Tuhan orang hidup. Tuhan itu juga yang harusnya kita sembah saat ini.

Mendengar jawaban Yesus, beberapa ahli Taurat membenarkan jawaban Yesus tersebut. Ahli Taurat memang bertentangan dengan orang Saduki dalam beberapa hal pengajaran, terutama mengenai kebangkitan orang mati. Demikianlah kecenderungan manusia, jika kepentingannya didukung, maka mereka juga akan mendukung orang tersebut. Ahli Taurat yang biasanya juga bertentangan dengan Yesus, dalam hal ini mereka seperti mendapatkan dukungan dari Yesus. Mereka dalam hal ini juga membenarkan apa yang Yesus sampaikan.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *