Jelajah PB 235 (Lukas 12:1-12)

Tuhan Yesus memberikan pengajaran kepada para murid bahwa apa yang tertutup akan dinyatakan secara terbuka. Yesus juga berpesan kepada para murid untuk mewaspadai ragi orang Farisi. Di beberapa pengajaran Tuhan Yesus, ragi biasanya diumpamakan sebagai sesuatu yang negatif. Ragi biasanya membuat tepung gandum menjadi khamir. Ragi orang Farisi adalah pengaruh negatif dari orang Farisi. Pengaruh-pengaruh itu antara lain kemunafikan. Mereka mengajarkan sesuatu tetapi tidak mau melakukan apa yang mereka ajarkan. Seringkali kemunafikan orang Farisi bisa berarti bahwa mereka tahu tentang sebuah kebenaran, tetapi ternyata mereka tidak mengajarkan dan melakukan hal tersebut.

Ketika nanti para murid sudah bisa mengungkapkan hal-hal yang selama ini tersembunyi, maka mereka tidak perlu takut dengan orang-orang yang dapat membunuh tubuh. Para murid Yesus seharusnya takut kepada Dia yang bisa membunuh tubuh serta mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Yang seharusnya kita takuti adalah Dia yang paling berkuasa di alam semesta ini. Dia adalah Tuhan, Pencipta langit dan bumi. Jika Tuhan melindungi, maka terlindungilah kita. Jika Tuhan memelihara kita, maka terpeliharalah kita. Tuhan Yesus menggunakan perumpamaan burung pipit. Burung pipit dijual lima ekor dua duit, ini adalah harga yang sangat murah sekali. Meskipun itu burung yang berharga murah, tetapi tidak seekorpun dari burung tersebut yang dilupakan oleh Tuhan.

Kita sendiri, jauh lebih berharga dari burung pipit, karena manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Tuhan. Jika Tuhan sendiri tidak melupakan satu ekor burung pipit sekalipun, maka Tuhan pasti tidak akan pernah melupakan manusia secara pribadi. Kita perlu menyadari betapa pedulinya Tuhan kepada manusia yang sudah diciptakan-Nya. Alkitab yang adalah firman Tuhan telah menunjukkan betapa pedulinya Tuhan kepada umat manusia. Karena itu Tuhan memberikan firman-Nya untuk menuntun kita, pertama-tama untuk mengenal siapa Tuhan. Penting bagi kita untuk mengenal Tuhan yang mengasihi kita serta mengenal jalan keselamatan yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita, supaya kita bisa lepas dari hukuman dosa dan bisa kembali ke sorga, hidup selama-lamanya bersama dengan Tuhan.

Barangsiapa mengakui Yesus di hadapan manusia lain, maka Yesus pun akan mengakui dia di hadapan para malaikat-Nya. Tetapi jika ada orang yang menyangkal Yesus di depan sesamanya, maka Yesus juga akan menyangkal orang tersebut pada saat penghakiman. Kehendak bebas yang diberikan oleh Tuhan membuat manusia bisa memilih, apakah mau mengakui Yesus atau menyangkal Yesus. Kehendak bebas itu bahkan masih ada sampai saat ini. Kehendak bebas masih diberikan oleh Tuhan saat mereka jatuh ke dalam dosa, juga masih ada setelah mereka bertobat dan percaya kepada Yesus. Orang yang sudah bertobat pun masih memiliki pilihan untuk menyangkal Yesus.

Ketika ada orang yang menghadapkan kita karena kita bersaksi tentang Yesus, maka kita tidak perlu takut. Yang bisa kita lakukan adalah mengatakan sejujurnya, apa yang kita percayai. Barangsiapa dianiaya karena Tuhan, maka upahnya akan besar di sorga. Pada saat itu, dalam kondisi yang terjepit, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Roh Kudus akan memberikan kekuatan serta mengingatkan segala sesuatu yang seharusnya kita katakan dengan benar.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *