Jelajah PB 217 (Lukas 9:10-17)

Kisah ini juga disaksikan dan ditulis di dalam Injil Matius, Markus dan Yohanes. Mereka menulis dari sudut pandang yang berbeda dan di tempat yang berbeda. Karena banyak saksi, maka bisa dipastikan bahwa peristiwa mujizat itu benar-benar terjadi, meskipun cara mereka menyaksikan dan menulis mungkin berbeda. Tuhan menginginkan supaya peristiwa yang bersifat sejarah atau peristiwa bisa dicatat lebih dari satu kali. Hal itu diizinkan oleh Tuhan untuk membuktikan bahwa kisah itu benar-benar terjadi, meskipun ada perbedaan detail dari tulisan mereka.

Ketika para rasul sudah kembali dari pelayanan mereka, memberitakan kerajaan Allah, maka mereka menceritakan segala sesuatu yang sudah mereka kerjakan dan alami kepada Yesus. Yesus mengajak mereka untuk menyingkir ke sebuah kota yang bernama Betsaida, salah satu kota di sebelah utara danau Galilea. Mungkin Yesus ingin sekali mendengar kesaksian mereka terhadap pelayanan yang telah dilakukan oleh para rasul. Tetapi ternyata orang-orang yang berada di sekitar danau Galilea mengetahui tujuan Tuhan Yesus dan para murid. Di injil bagian lain ditulis bahwa orang banyak itu memotong jalan melewati jalan darat untuk mendahului Yesus dan para murid.

Sampai di seberang, sudah banyak orang berkumpul untuk mendengarkan kebenaran yang biasa disampaikan dan diajarkan oleh Tuhan Yesus. Tetapi sayang sekali karena banyak di antara mereka mau mendengar Yesus tanpa pengertian. Mereka hanya menginginkan mujizat Tuhan, menginginkan hal-hal yang lahiriah jasmaniah, bukan hal-hal rohaniah atau kekekalan. Bukan hanya pada zaman itu, tetapi juga terjadi pada zaman sekarang. Banyak orang yang mengaku Kristen, tetapi mereka hanya mengharapkan berkat-berkat duniawi, bukan tertuju pada janji Tuhan tentang keselamatan atau kehidupan kekal. Banyak orang yang mengaku Kristen tetapi tidak tahu apa yang sebenarnya diajarkan dan diinginkan oleh Tuhan dalam hidup ini.

Karena sudah banyak orang di situ, maka Tuhan Yesus mengajar seperti biasa. Dia menerima orang banyak itu dan mengajarkan kepada mereka tentang Kerajaan Allah. Tuhan Yesus juga menyembuhkan orang-orang yang sakit. Karena pengajaran cukup panjang, maka mereka tetap berkumpul di sana sampai menjelang malam. Para murid sudah mulai kalut, karena harus bertanggungjawab untuk mempersiapkan makanan bagi semua orang banyak itu. Bahkan Yesus sendiri juga menyuruh para murid untuk memberikan mereka makanan.

Ada di antara mereka yang mempunyai lima roti dan dua ikan. Lalu Tuhan Yesus menyuruh mereka untuk duduk secara berkelompok-kelompok. Dengan demikian didapatkan bahwa jumlah mereka semua ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Tuhan Yesus mengambil roti itu, mengucapkan syukur, kemudian roti itu dibagikan kepada orang yang ada di sana. Demikian juga hal tersebut dilakukan dengan ikan yang ada. Ketika lebih dari lima ribu orang itu makan semua, ternyata makanan itu cukup dan bahkan masih ada sisa.

Sudah banyak sekali mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sudah membuktikan kepada orang banyak bahwa Dialah Mesias yang dijanjikan itu. Tuhan berkuasa atas apapun di dunia ini, sehingga Dia bisa melakukan apa saja yang tidak bisa dilakukan oleh manusia biasa. Dia adalah Tuhan yang menjadi manusia, Dia adalah Sang Juruselamat itu. Tetapi betapa tegar tengkuk dan keras hatinya orang-orang Israel dan orang-orang dari bangsa lain yang tidak mau menyadari dan menerima bahwa Yesus adalah Tuhan dan Mesias, bahkan sampai saat ini.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *