Jelajah PB 125 (Markus 9:14-24)

Ketika Yesus dan ketiga murid turun dari atas bukit, mereka mendapati banyak orang sedang mengerumuni murid-murid lain yang sedang menunggu di bawah. Ternyata para murid sedang bersoal jawab dengan orang Farisi. Mereka sedang mempersoalkan tentang seseorang yang sedang kerasukan roh yang membisukan dan para murid tidak bisa mengusir roh tersebut.

Ketika Yesus mengetahui masalah yang terjadi, Yesus menyebut bahwa mereka adalah angkatan yang tidak percaya. Sebenarnya, jika orang yang membawa anak yang kerasukan itu sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus adalah Mesias, tanpa bertemu Yesus pun anak itu akan dapat disembuhkan. Karena itulah Yesus mengatakan bahwa mereka adalah angkatan yang tidak percaya.

Mungkin hari-hari ini juga ada banyak orang yang belum percaya penuh kepada Tuhan, sama seperti mereka yang hidup di zaman Yesus pada saat itu. Hari-hari ini kita tidak bisa bertemu dengan Yesus, karena Yesus sedang ada di Sorga. Tetapi, jika kita percaya sungguh-sungguh kepada Yesus, maka Iblis atau Setan akan keluar dari hati kita. Roh Kudus yang masuk ke dalam hati kita dan bertahta di hati kita. Iblis tidak akan berani lagi masuk ke dalam hati kita, kecuali kita dengan sengaja membuat celah supaya Iblis masuk ke dalam hati kita. Karena itulah Yesus berkata mereka tidak percaya. Mereka tidak percaya karena hatinya sedang dikuasai oleh Iblis.

Lalu mereka membawa anak itu kepada Yesus. Ketika roh itu melihat Yesus, anak itu benar-benar disiksa oleh roh itu. Lalu Yesus bertanya tentang berapa lama anak itu mengalami hal demikian. Ketika Yesus bertanya, bukan berarti Yesus tidak tahu. Yesus hanya ingin supaya orang banyak yang sedang melihat, mereka mendengar pengakuan dari orang tua anak tersebut. Dan ternyata anak itu telah mengalami hal tersebut sejak masa kecilnya. Anak ini dibuat sangat menderita oleh roh itu. Seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api atau ke dalam air untuk membinasakannya.

Orang yang membawa anak itu minta tolong kepada Yesus. Tetapi dia juga mengatakan sesuatu yang sebenarnya perkataan itu dikatakan karena dia ragu-ragu, yaitu perkataan “jika Engkau dapat?” Dia tidak menyadari bahwa dia sedang berbicara dengan Yang Maha Kuasa, pencipta langit bumi dan segala isinya. Dia tidak percaya bahwa dia sedang berhadapan dengan Pribadi yang membuat Iblis selalu bergetar dihadapan-Nya. Orang ini meragukan Yesus, karena dia juga sudah meragukan murid-murid-Nya. Dikisahkan bahwa murid-murid-Nya telah gagal mengusir roh itu dari anak tersebut.

Mendengar itu, Yesus menjawab: “Katamu:jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Kita tidak tahu bagaimana ekspresi Tuhan Yesus pada waktu Dia mengatakan ini. Kemungkinan besar nada bicara Tuhan Yesus agak meninggi. Karena respon dari ayah anak itu, langsung berteriak: “Aku percaya, Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” Mungkin ayah anak ini kaget, mendengar perkataan Tuhan Yesus tersebut. Tetapi segera ia menyadari bahwa dia harus percaya kepada Yesus. Dengan rendah hati, ayah dari anak ini pun meminta tolong kepada Tuhan Yesus, karena ketidakpercayaannya itu.

Apakah kita juga pernah mengalami hal seperti itu? Perlu ada kejutan atau hentakan tertentu, baru kita percaya kepada Yesus? Sebenarnya tidak perlu seperti itu. Kita sudah tahu semua kisah Tuhan Yesus. Seharusnya kita bisa percaya sungguh-sungguh kepada Yesus.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *