Jelajah PB 112 (Markus 6:14-29)

Ini adalah catatan Petrus mengenai peristiwa pembunuhan Yohanes Pembaptis oleh Herodes. Yohanes Pembaptis adalah pembuka jalan bagi sang Mesias. Pada saat itu Yohanes Pembaptis mengajar dengan sangat berani. Dia menegor semua orang yang berdosa, termasuk dia dengan terang-terangan menegor dosa yang telah dilakukan oleh raja Herodes. Yang marah ketika ditegor bukan Herodes, tetapi Herodias, istri dari raja Herodes tersebut. Sepertinya Herodias memang mencari-cari cara supaya bisa membunuh Yohanes Pembaptis.

Tuhan mengizinkan hal ini terjadi pada Yohanes Pembaptis. Raja Herodes sendiri sebenarnya sudah mewakili bangsa Yahudi, demikian juga dengan imam-imam kepala, tua-tua, ahli Taurat dan orang Farisi. Hal ini menjelaskan bahwa bangsa Yahudi sendiri telah menolak kehadiran Yohanes Pembaptis. Mereka menganggap Yohanes Pembaptis sebagai orang yang berbahaya bagi posisi mereka.

Akhirnya ada kesempatan bagi Herodias untuk membunuh Yohanes Pembaptis. Melalui anak perempuannya yang telah menyukakan hati Herodes pada saat menari, maka Herodias melalui anaknya perempuan itu meminta kepala Yohanes Pembaptis di atas sebuah talam. Herodias hatinya penuh dengan dendam dan kejahatan, di hadapan anak kecil meminta kepala dari seseorang. Betapa hebatnya dosa yang telah dilakukan oleh Herodes dan Herodias, yang telah memenggal kepala seseorang yang diutus oleh Tuhan, sebagai Raja dari segala raja. Kita bisa membayangkan, mereka tidak merasa ngeri melihat seorang anak perempuan kecil yang membawa kepala seseorang yang baru saja dipenggal di atas talam. Begitulah jika Iblis sudah mempengaruhi orang, sangat mengerikan.

Memang pada waktu itu pemerintah bisa menghukum mati seseorang, tetapi harus adil. Jika kita lihat dalam peristiwa ini, Herodes menghukum mati Yohanes Pembaptis hanya untuk menyenangkan istrinya. Bukan sesuatu yang wajar, jika akhirnya kepala orang yang dipenggal tersebut diserahkan kepada anak kecil.

Yesus tahu bahwa hal ini akan terjadi. Yohanes Pembaptis sudah ditolak oleh bangsa Yahudi, maka Yesus pun akan ditolak oleh bangsa Yahudi, sebagai Mesias dan Juruselamat. Yesus tahu, saliblah yang akan Dia terima.

Bagaimana dengan kita? Jangan sampai kita juga ikut menolak Yesus sebagai Mesias dan Juruselamat. Kita sudah mengetahui dengan lengkap semua kesaksian para rasul tentang Yesus Kristus. Seharusnya kita semakin taat dan percaya kepada-Nya. Dengan apa yang kita pelajari selama ini, seharunya kita semakin yakin akan kebenaran Alkitab. Sangat rugi jika kita tidak meyakini firman Tuhan yang sudah disampaikan ini.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *