Jelajah PB 62 (Matius 20:29-21:11)

Yesus mulai keluar dari Yerikho, berarti sudah melayani di wilayah Yudea. Banyak orang mengikuti Yesus. Yesus tidak mempunyai waktu pribadi. Kemanapun Dia pergi, selalu ada banyak orang yang mengikuti-Nya. Mereka sebenarnya tidak mengerti tentang Mesias, tetapi mereka mengikuti Yesus karena ingin melihat mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Demikian juga pada saat ini, banyak orang pergi ke gereja bukan untuk bertobat, tetapi ingin mendapatkan berkat atau melihat mujizat. Orang-orang yang seperti itu tidak akan bisa mengerti kebenaran yang sesungguhnya. Bukankah banyak orang Kristen yang tidak mengerti ajaran-ajaran dasar kekristenan jika ditanya, padahal mereka rajin ke gereja. Bahkan ada yang pergi ke gereja tetapi tidak lahir baru, belum bertobat dan tidak bisa memperlihatkan bukti pertobatannya.

Pada saat itu ada dua orang buta yang berseru-seru. Mereka berseru memanggil Tuhan Yesus sebagai Anak Daud. Panggilan ini sangat khas, untuk menunjukkan bahwa mereka yakin bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias. Tuhan sudah menjanjikan bahwa ada keturunan Daud yang akan memerintah Israel dan dunia ini dengan penuh damai. Yesus memanggil kedua orang tersebut dan bertanya tentang apa yang mereka kehendaki. Yesus kemudian menjamah dan menyembuhkan mereka. Mereka melihat banyak mujizat, seharusnya yakin bahwa Yesus adalah Mesias dan Juruselamat, tetapi ternyata tidaklah demikian.

Telah dinubuatkan dalam kitab Zakaria 9:9 sekitar 400 tahun sebelum peristiwa tersebut terjadi, bahwa Raja segala raja akan datang dan memasuki Yerusalem. Orang-orang Yerusalem, puteri Sion akan bersorak-sorai. Yesus menggenapi apa yang dinubuatkan oleh Zakaria. Matius mencatat peristiwa ini supaya orang Yahudi melihat dengan jelas bahwa Mesias yang mereka nantikan sebenarnya sudah datang.

Penduduk Yerusalem menghamparkan pakaian mereka, karena pada waktu itu belum tersedia karpet merah. Mereka berseru, “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi.” (bdg. Mazmur 118:26). Penduduk Yerusalem gempar dan bertanya-tanya tentang Yesus. Banyak yang menjawab dengan asal-asalan bahwa itu adalah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea. Mereka tetap tidak mau mengenal Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan oleh Tuhan. Mereka mungkin tidak mengingat nubuatan Zakaria dengan baik.

Sampai hari ini orang Yahudi masih menunggu Mesias mereka. Mereka tidak mau mengakui Yesus sebagai Mesias. Orang-orang Yahudi yang beragama Yudaisme saat ini pun tidak mau mengakui Yesus sebagai Mesias mereka. Saat ini, mereka tidak akan bisa lagi melihat nubuatan nabi Zakaria tergenapi. Tidak mungkin lagi hari ini ada seorang yang mengakui raja dan menunggang keledai masuk ke Yerusalem. Hal itu sudah terjadi dan sudah digenapi. Tidak ada lagi orang lain yang bisa menggenapi nubuatan itu.

Apa yang tertulis tentang Yesus Kristus dan apa yang terjadi telah menunjukkan dengan jelas bahwa Dia adalah Mesias dan Juruselamat yang dijanjikan oleh Tuhan.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *