Jelajah PB 40 (Matius 14:13-36)

Mendengar bahwa Yohanes dipenggal, maka Yesus menyingkir dari situ dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Yesus tahu bahwa orang Yahudi sudah menolak Yohanes Pembaptis sebagai Elia. Yesus juga tahu bahwa akan tiba saatnya bagi Dia untuk dikorbankan di atas kayu salib. Karena itulah Dia menyingkir untuk memusatkan diri pada pelayanan yang akan membawa-Nya ke atas kayu salib. Tetapi orang banyak mendengar dan mengikuti Dia lewat darat. Artinya orang banyak itu harus berjalan memutar danau dengan cepat supaya bisa mengikuti Yesus yang sedang menyeberangi danau itu dengan perahu. Yesus sedang menuju ke tempat yang sunyi dan sepi. Orang-orang ini sangat antusias kepada Yesus. Tetapi apakah mereka antusias dan bersemangat karena pengajaran Yesus?

Ternyata tidak. Orang yang mengikuti Yesus itu sangat banyak. Tetapi ketika para ahli Taurat membawa Yesus kepada Pilatus menjelang Dia disalibkan, dan Pilatus bertanya kepada semua orang yang berkumpul waktu itu (di hadapan Pilatus), semua orang banyak di sana berteriak: “Salibkan Dia! Salibkan Dia!” Dimanakah orang-orang yang pernah melihat dan merasakan mujizat yang dilakukan oleh Yesus Kristus? Mengapa mereka tidak datang untuk melepaskan Yesus? Ini adalah akibat jika orang-orang hanya mengejar mujizat atau berkat duniawi tanpa pengertian. Mereka tidak beriman sampai ke dalam hati mereka. Iman mereka tidak berakar, sehingga mereka tidak mengerti apa yang sedang mereka perbuat. Mujizat tidak menjamin membuat seseorang menjadi orang Kristen. Mujizat juga tidak menjamin orang itu diselamatkan. Banyak orang yang mengalami dan melihat mujizat, tetapi mereka tidak mengerti mengapa Yesus harus menjadi Juruselamat mereka.

Orang-orang yang datang kepada Yesus karena mujizat, jelas orang tersebut tidak bertobat. Datang untuk mengalami mujizat dan datang untuk bertobat, itu dua hal yang berbeda. Percaya bahwa Yesus bisa melakukan mujizat dengan percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat yang menanggung dosa manusia, itu juga dua hal yang berbeda. Itu juga yang dikatakan oleh Paulus dalam Roma 10:1-2, yaitu banyak orang yang giat bagi Tuhan tetapi tanpa pengertian yang benar.  

Peristiwa Yesus memberi makan kepada lebih 5000 orang dengan lima roti dan dua ikan adalah peristiwa yang sangat dahsyat. Ini membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan itu. Mujizat ini dilakukan oleh Yesus dengan tujuan untuk memperkenalkan dan membuktikan bahwa Diri-Nya adalah sang Mesias (bdg. Yesaya 35:5-6). Yesus bukan hanya menyediakan makanan rohani, tetapi juga makanan jasmani.

Setelah itu Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa, karena itulah tujuan awal Yesus menyeberang. Yesus berdoa di atas bukit karena mencari tempat yang sunyi, supaya tidak diikuti oleh orang-orang yang mencari Dia. Saat ini, kita tidak perlu pergi ke bukit untuk berdoa. Cukup di rumah atau di kamar saja, atau berdoa setiap saat dimanapun kita berada.

Murid-murid-Nya naik perahu mendahului Yesus, dan mereka mengalami angin sakal (angin yang datangnya dari depan) sehingga mereka sulit sekali untuk bergerak. Pada waktu subuh (jam tiga malam) Yesus muncul dan murid-murid menyangka itu hantu. Yesus berjalan di atas air, peristiwa yang sulit untuk dipahami. Petrus ingin juga merasakan bagaimana bisa berjalan di atas air. Petrus sempat berjalan di atas air, tetapi dia ketakutan. Yesus mengulurkan tangan-Nya dan mengangkat Petrus. Bahkan Yesus menegornya karena kurang percaya.

Yesus mengadakan mujizat di mana-mana. Seharusnya orang-orang harus yakin bahwa Yesus adalah Mesias. Mujizat yang banyak terjadi adalah di sekitar danau Galilea dan juga di Yerusalem, tetapi mereka masih tetap tidak menerima sang Mesias itu.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *